News
Warga Banda Aceh Dibutuhkan untuk Mengurangi Sampah di Kota Ini
14 Februari 2026 22:14
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengungkapkan bahwa persoalan sampah di kota ini tidak hanya terkait dengan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah. Menurutnya, sistem penanganan sampah di Banda Aceh sudah berjalan cukup baik, namun volume residu yang masuk ke TPA masih tinggi karena kebiasaan memilah sampah di tingkat rumah tangga belum optimal, terutama untuk jenis plastik.
Illiza menegaskan, pemerintah kota akan memperkuat edukasi dan kampanye pengurangan sampah berbasis rumah tangga agar hanya sampah yang benar-benar tidak dapat didaur ulang yang berakhir di TPA. Selain peningkatan kesadaran, Pemko Banda Aceh juga berkomitmen menambah fasilitas pendukung seperti tong sampah terpilah dan penguatan bank sampah di sejumlah titik. Kelompok Waste Collecting Point (WCP), khususnya yang digerakkan oleh kelompok perempuan, akan diperkuat perannya.
Inisiatif Pemerintah Banda Aceh
- Edukasi dan Kampanye: Pemerintah kota akan memperkuat edukasi dan kampanye pengurangan sampah berbasis rumah tangga.
- Fasilitas Pendukung: Menambah fasilitas seperti tong sampah terpilah dan penguatan bank sampah di sejumlah titik.
- Peran WCP: Kelompok Waste Collecting Point (WCP), khususnya yang digerakkan oleh kelompok perempuan, akan diperkuat perannya.
- Inovasi 3R: Mereka tidak hanya didorong menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), tetapi juga diarahkan menanam tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan racikan parfum khas Kota Banda Aceh.
Illiza berharap kehadiran TPA regional dengan tata kelola modern dapat mengakhiri praktik open dumping dan menggantinya dengan sistem pengelolaan yang lebih ramah lingkungan. 'Persoalan kota hari ini tentang persampahan masih pada kesadaran masyarakat untuk memilah dan memilih sampah,' ujarnya. Pemerintah kota optimistis, dengan kolaborasi antara kebijakan, fasilitas, dan partisipasi aktif warga, persoalan sampah di Banda Aceh dapat dikendalikan secara berkelanjutan.
