Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Tgk Akmal Abzal: Ramadhan Harus Jadi Jawaban Krisis Sosial Aceh

13 Februari 2026 03:06

Bulan Ramadhan merupakan momentum spiritual paling agung dalam kalender Islam. Ia bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan ruang pendidikan ruhani yang dirancang langsung oleh Allah SWT untuk membentuk manusia bertakwa.

Pimpinan LPI Al Anshar, Tgk H Akmal Abzal SHI MH menjelaskan bahwa pesan-pesan utama Ramadhan terangkum secara sistematis dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 hingga 186. Menurutnya, terdapat empat pesan fundamental yang menjadi fondasi utama bagi setiap Muslim, yakni kewajiban puasa, kepedulian sosial melalui memberi makan orang miskin, Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, serta perintah memperbanyak doa.

Keempat Pesan Utama Ramadhan

1. Kewajiban Puasa

Pesan pertama ditegaskan dalam firman Allah SWT: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183). Tgk Akmal menjelaskan, ayat ini menempatkan puasa sebagai sarana utama pembentukan takwa. Puasa tidak berhenti pada ritual fisik, tetapi melatih pengendalian diri, kejujuran batin, dan kepekaan nurani.

2. Kepedulian Sosial

Pesan kedua adalah kepedulian sosial. Dalam rangkaian ayat tersebut dijelaskan adanya fidyah bagi mereka yang tidak mampu berpuasa, yakni memberi makan fakir miskin. Hal ini menegaskan bahwa ibadah dalam Islam tidak bersifat individualistik, melainkan memiliki dimensi sosial yang kuat. Tgk Akmal menilai pesan ini sangat relevan dalam konteks Aceh yang tengah menghadapi berbagai bencana, mulai dari banjir, longsor, kebakaran hingga kerusakan infrastruktur. Ribuan warga terdampak kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan.

3. Kemuliaan Al-Qur’an

Pesan ketiga adalah kemuliaan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Allah SWT berfirman: “Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…” (QS. Al-Baqarah: 185). Ayat ini, kata Tgk Akmal, menegaskan posisi Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan. Ramadhan seharusnya menjadi momentum kembali kepada nilai-nilai Al-Qur’an, bukan hanya dengan membaca, tetapi juga, mentadaburi, memahami dan mengamalkannya.

4. Perintah Memperbanyak Doa

Pesan keempat adalah perintah memperbanyak doa. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 186 ditegaskan: “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” Tgk Akmal mengatakan, ayat ini memberikan penguatan teologis bahwa Ramadhan adalah bulan kedekatan antara hamba dan Tuhannya. Doa menjadi sarana komunikasi spiritual langsung tanpa perantara.

Keempat pesan tersebut menunjukkan bahwa Ramadhan adalah paket pendidikan komprehensif, pembinaan pribadi melalui puasa, kepedulian sosial lewat berbagi, penguatan arah hidup melalui Al-Qur’an, serta penyucian batin melalui doa. Jika keempatnya dijalankan secara utuh, jelas Tgk Akmal, Ramadhan tidak hanya melahirkan individu saleh, tetapi juga masyarakat yang bermoral, adil, dan berorientasi pada kemaslahatan. Dengan demikian, Ramadhan semestinya tidak dipahami sebatas rutinitas tahunan, melainkan sebagai proses pembaruan spiritual dan sosial.

Membawa nilai-nilai Ramadhan keluar dari masjid dan sajadah, lalu menghadirkannya dalam ruang publik, baik dalam kejujuran bermuamalah, kepedulian kepada sesama, serta keberanian menegakkan kebenaran. Di situlah hakikat Ramadhan menemukan maknanya yang sejati.

Tgk Akmal Abzal: Ramadhan Harus Jadi Jawaban Krisis Sosial Aceh
0123456789