News
Petani Aceh Tamiang Tanam Timun Suri Pulihkan Ekonomi Pascabanjir
1 hari yang lalu
Petani di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, memilih menanam timun suri sebagai upaya memulihkan ekonomi pascabencana banjir. Komoditas ini menjadi andalan utama bagi warga setelah lahan perkebunan mereka sempat lumpuh akibat terendam air dan lumpur.
Salah seorang petani, Alfarizi, menyatakan bahwa hasil panen timun suri memuaskan dan menjadi tumpuan baru bagi warga. Keuntungan menanam timun suri tahun ini dipicu oleh minimnya jumlah petani yang menanam, sehingga harga jual di tingkat petani cenderung stabil.
Upaya Pemulihan Ekonomi
- Harga jual stabil: Timun suri ukuran besar dan sedang dijual seharga Rp10.000 per buah, sedangkan ukuran kecil Rp6.000 per buah. Biasanya, jika banyak petani yang menanam, harga bisa turun hingga Rp2.500 per buah.
- Permintaan tinggi: Petani langsung memasok timun suri ke agen di Kota Langsa.
- Panen rutin: Petani dapat melakukan panen sebanyak dua kali seminggu atau tiga hari sekali.
Kendala yang Dihadapi
- Cuaca panas: Petani harus menyiram tanaman setiap pagi dan melakukan pemupukan berkala setiap empat hari sekali untuk mengendalikan hama.
- Perawatan intensif: Meskipun menghadapi kendala, petani berhasil mempertahankan masa panen hingga menjelang Idul Fitri.
Upaya petani Aceh Tamiang dalam menanam timun suri tidak hanya membantu pemulihan ekonomi pribadi, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi daerah pascabencana.
