Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Petani Bener Meriah Tewas Diamuk Gajah, Warga Diminta Hindari Pengusiran Mandiri

22 Februari 2026 09:24

Seorang petani bernama Musbahar (53), warga Kampung Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, meninggal dunia setelah diamuk kawanan gajah liar. Insiden ini terjadi pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 06.30 WIB di kawasan Genengan, Dusun Ayu Ara. Korban mengembuskan napas terakhir di RS BMC Bireuen sekitar pukul 10.00 WIB akibat luka serius di bagian perut dan kepala.

Korban mencoba mengusir seekor gajah yang masuk ke lahannya, tetapi tidak menyadari bahwa gajah tersebut merupakan bagian dari kawanan berjumlah sekitar tiga ekor. Upaya korban untuk menyelamatkan diri gagal, dan ia mengalami luka fatal akibat injakan gajah.

Kronologi Insiden

  • Pukul 06.30 WIB: Musbahar berada di kebun dan mencoba mengusir gajah dengan mercon.
  • Mercon Gagal Meledak: Istri korban mendengar suara gajah dan menyusul ke lokasi, menemukan suaminya tersungkur di tanah.
  • Luka Serius: Korban mengalami luka serius di kepala dan dada, serta tangan sebelah kiri patah.
  • Meninggal di Rumah Sakit: Korban dibawa ke RS BMC Bireuen tetapi dinyatakan meninggal dunia.

Dampak dan Harapan Keluarga

Musbahar merupakan warga asli Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, yang telah merantau dan menetap di Bener Meriah selama sekitar enam tahun. Ia dikenal aktif bersosial di kampung dan memiliki dua anak yang belum menikah. Keluarga korban berharap pihak terkait segera bertindak karena konflik gajah di wilayah tersebut kerap terjadi.

Imbauan Kepolisian

Kapolsek Pintu Rime Gayo, AKP Suci, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pengusiran mandiri jika bertemu satwa liar. Warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau pihak berwenang demi menghindari jatuhnya korban jiwa berikutnya. Kawanan gajah masih dilaporkan berada di sekitar area perkebunan warga.

Petani Bener Meriah Tewas Diamuk Gajah, Warga Diminta Hindari Pengusiran Mandiri
0123456789