Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Petani Peudada Aceh Berharap Irigasi Aneuk Gajah Rheut Dilanjutkan

01 Februari 2026 20:09

Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh, merupakan salah satu kawasan pertanian andalan dengan hamparan sawah yang digarap setiap musim tanam. Namun, dalam dua tahun terakhir, lebih dari 1.000 hektar sawah di sejumlah desa tidak dapat digarap secara optimal akibat rusaknya bendung irigasi Hagu yang hancur diterjang banjir, serta belum rampungnya pembangunan Irigasi Aneuk Gajah Rheut yang dimulai sejak 2017.

Harapan mulai muncul setelah Pemerintah Kabupaten Bireuen pada tahun lalu membangun fasilitas pompa air dengan dua unit mesin serta bak penampung berukuran 10 x 10 meter di Meunasah Krueng, Peudada. Pantauan Serambinews.com di lokasi menunjukkan bak penampung air telah rampung, pipa air telah dicelupkan ke sungai, dan air mulai didistribusikan ke saluran irigasi hingga ke sawah petani.

Kerusakan Bendung Irigasi Hagu

  • Bendung irigasi Hagu mengalami kerusakan parah.
  • Proyek Irigasi Aneuk Gajah Rheut yang dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf hingga kini belum selesai.
  • Fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk mengairi lahan pertanian di wilayah tersebut.

Upaya Petani dan Pemerintah

  • Ratusan petani pada Minggu (1/2/2026) melakukan gotong royong membersihkan saluran irigasi.
  • Meski saat ini petani mengandalkan dua unit mesin pompa air untuk mengairi sekitar 1.000 hektar sawah, mereka menilai kapasitas pompa masih terbatas.
  • Camat Peudada, Erry Seprinaldi, berharap melalui gotong royong tersebut saluran irigasi dapat kembali terbuka sehingga air mengalir lancar ke sawah.
  • Ia juga menekankan pentingnya penanganan serius terhadap persoalan irigasi demi menjaga ketahanan pangan di wilayah Peudada, serta berharap pembangunan irigasi yang rusak dapat segera dilanjutkan.
Petani Peudada Aceh Berharap Irigasi Aneuk Gajah Rheut Dilanjutkan
0123456789