Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Petani Pidie Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi, Tanaman Padi Terancam

4 jam yang lalu

Petani di Kabupaten Pidie, Aceh, sedang menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi jenis Phonska (NPK) dan urea. Kelangkaan pupuk ini berdampak langsung pada tanaman padi yang berusia 22 hingga 35 hari, yang sangat membutuhkan pupuk untuk pertumbuhan optimal. Masalah ini disebabkan oleh terputusnya jembatan Kuta Blang akibat banjir dan penyaluran pupuk yang tidak mencapai target.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie, Hasballah SP, kelangkaan pupuk bersubsidi telah berlangsung sejak sepekan terakhir. Penyaluran pupuk dari distributor ke kios pengecer tidak memenuhi target, yang seharusnya mencapai 100 persen. Saat ini, hanya sekitar 18 persen dari total pupuk yang diterima oleh kios pengecer.

Dampak Kelangkaan Pupuk

  • Tanaman padi terancam: Tanaman padi yang berusia 22 hingga 35 hari membutuhkan pupuk untuk pertumbuhan optimal. Tanpa pupuk, tanaman padi bisa mengalami gangguan pertumbuhan dan hasil panen bisa menurun.
  • Kesulitan petani: Petani di Kecamatan Mutiara dan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, kesulitan membeli pupuk bersubsidi karena stok di kios pengecer sering kosong.
  • Penyaluran terhambat: Banjir dan longsor pada 26 November 2025 menyebabkan jembatan utama sebagai penghubung putus, sehingga jalur pendistribusian pupuk melalui jalur darat terkendala.

Upaya Penanganan

  • Laporan ke Menteri Pertanian: Distanpang Pidie telah melaporkan masalah kelangkaan pupuk ke Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dan meminta penambahan kuota pupuk bersubsidi.
  • Surat ke PT Pupuk Indonesia: Distanpang juga telah menyurati PT Pupuk Indonesia pada awal Januari 2026 untuk segera menambah kuota pupuk bersubsidi.
  • Distribusi melalui jalur laut: Pada pekan ketiga hingga keempat Desember 2025, pendistribusian pupuk dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal, dengan total 900 ton urea dan 800 ton NPK yang mendarat di pelabuhan Malahayati.

Stok Pupuk Saat Ini

  • Stok di gudang: Hingga 14 Januari 2026, stok pupuk subsidi di gudang lini III Kabupaten Pidie mencapai 180 ton urea. Selain itu, 120 ton NPK dan 150 ton urea masih dalam perjalanan diangkut truk.
  • Penebusan pupuk: PUD CV Tuah Tamita telah melakukan penebusan di wilayah kerja Kecamatan Peukan Baro terhadap 65 ton pupuk urea dan 57,5 ton NPK.

Dengan upaya-upaya yang sedang dilakukan, diharapkan kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Pidie dapat segera teratasi, sehingga petani dapat kembali mendapatkan pupuk yang mereka butuhkan untuk tanaman padi mereka.

Petani Pidie Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi, Tanaman Padi Terancam