News
Petani Tambak Aceh Timur Bangkit dari Banjir, Harapan Baru di Tengah Derita
31 Januari 2026 16:07
Senyum tipis masih tersisa di wajah Misbahuddin, meski matanya menyimpan kelelahan. Duduk di teras rumah sederhana di Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Nurussalam, ia bercerita tentang banjir bandang yang baru saja meluluhlantakkan tambak udang dan ikan miliknya.
Padahal, hanya dalam hitungan hari ia seharusnya memanen udang vaname dan ikan bandeng yang sudah siap jual.
Kerugian Besar
Bagi Misbahuddin dan puluhan petani tambak di Desa Peulawi, banjir kali ini bukan sekadar bencana alam, melainkan mimpi buruk yang merenggut harapan. Benteng tambak yang dibangun dengan kayu damar kokoh jebol, pintu air hancur, dan ribuan benur hanyut terbawa arus.
Semangat untuk Bangkit
Namun, di balik kerugian hingga puluhan juta rupiah, semangat untuk bangkit tetap menyala. “Kalau terlalu lama berhenti, kami tidak tahu harus mencari penghasilan dari mana. Jadi, meski berat, kami coba perbaiki lagi,” ujar Ilham, petani tambak lain yang kehilangan 50 ribu ekor udang akibat banjir.
Harapan Baru
Kini, para petani tambak di Aceh Timur menatap masa depan dengan penuh harap. Mereka sadar, modal yang hilang tak mudah terganti, tetapi dukungan dan perhatian dari pihak terkait bisa menjadi titik awal untuk memulai kembali.
Tekad untuk Bertahan
Di tengah lumpur yang menutup tambak, terselip tekad untuk bangkit. Misbahuddin dan Ilham percaya, meski banjir telah merenggut hasil kerja berbulan-bulan, semangat untuk bertahan hidup tak akan pernah hanyut.
