News
Petani Tambak Aceh Timur Terpuruk Usai Banjir Bandang, Butuh Modal Lagi Untuk Memulai dari Nol
31 Januari 2026 13:37
Petani tambak di Aceh Timur terpuruk setelah banjir bandang merusak sumber penghasilan mereka. Misbahuddin, petani dari Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, mengungkapkan bahwa banjir bandang pada 26 November 2025 merusak tambaknya yang penuh dengan benih udang dan ikan. Arus deras setinggi satu meter menghancurkan benteng tambak dan pintu air, menyebabkan kerugian hingga Rp20 juta.
Misbahuddin dan warga lainnya di Desa Peulawi mengalami kerugian besar. Kerusakan infrastruktur tambak mengharuskan mereka mengeluarkan modal lagi untuk memulai dari nol. Misbahuddin mengungkapkan bahwa modal yang dibutuhkan untuk memulai kembali mencapai Rp5 hingga Rp6 juta untuk benih dan perawatan.
Dampak Banjir Bandang
- Kerusakan tambak: Benteng tambak dan pintu air hancur, isi tambak hanyut atau mati terendam lumpur.
- Kerugian finansial: Kerugian mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta.
- Kehilangan penghasilan: Petani kehilangan mata pencaharian jangka panjang.
- Modal baru dibutuhkan: Petani perlu modal baru untuk memulai kembali.
Petani tambak di Aceh Timur hanya bisa berharap adanya perhatian dan bantuan dari pihak terkait. Tanpa dukungan modal dan perbaikan infrastruktur, ancaman kehilangan mata pencaharian jangka panjang membayang di depan mata petani.
