News
Gajah Liar Rusak Kebun Duku Langsat di Keumala, Petani Pidie Desak BKSDA Bangun Pos CRU
20 Januari 2026 18:48
Kawanan gajah liar kembali mengobrak-abrik kebun produktif warga di Gampong Cot Kreh, Kecamatan Keumala, Pidie. Pohon duku dan langsat yang telah dirawat puluhan tahun tumbang diamuk satwa dilindungi tersebut. Petani merugi besar karena tanaman yang siap panen hancur, sementara BKSDA Aceh dinilai lamban dalam penanganan konflik satwa-manusia ini.
Serangan gajah liar ini bukan pertama kali terjadi. Selama hampir sepuluh tahun terakhir, kawanan gajah terus berpindah-pindah dan mengganggu kebun warga di beberapa kecamatan di Pidie. Petani seperti M Gade dan Lukman Abdullah kehilangan kebun seluas dua hektare yang telah mereka rawat selama lebih dari 20 tahun. Kerugian ini tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga secara mental membuat petani frustasi.
Dampak Serangan Gajah Liar
- Kebun duku milik M Gade seluas dua hektare hancur, padahal tanaman tersebut sudah siap panen pada Januari 2026.
- Pohon langsat milik Lukman Abdullah di Gampong Cot Kreh tumbang, merusak usaha yang telah dirawat selama 20 tahun.
- Petani kehilangan mata pencaharian karena gajah tidak hanya memakan buah, tetapi juga merusak batang pohon secara massif.
- Warga resah dan tidak bisa beraktivitas di kebun karena ketakutan akan serangan gajah.
Desakan kepada BKSDA Aceh
TOMPi (Tim Orang Muda Peduli) mendesak BKSDA Aceh untuk segera membangun pos CRU (Conflict Response Unit) Gajah di Gampong Cot Kreh. Pos ini diharapkan dapat menghalau gajah liar yang turun ke kebun warga. Selain itu, BKSDA juga diminta untuk melakukan mitigasi dan tindakan pencegahan sebelum gajah merusak kebun secara massif.
Petani di Pidie meminta pemerintah untuk lebih serius menangani konflik satwa-manusia ini. Mereka berharap ada solusi jangka panjang agar dapat hidup tenang dan melanjutkan usaha pertanian tanpa gangguan gajah liar. Tanpa penanganan yang tepat, kerugian petani akan terus berlanjut dan berdampak pada perekonomian lokal.
Kerugian Ekonomi dan Mental
- Modal besar yang dikeluarkan petani untuk merawat kebun selama puluhan tahun menjadi sia-sia.
- Kehilangan penghasilan karena tanaman yang siap panen hancur.
- Frustasi dan putus asa karena usaha yang telah dilakukan bertahun-tahun berakhir sia-sia.
- Ketidakpastian dalam beraktivitas di kebun karena ancaman gajah liar.
Konflik satwa-manusia ini membutuhkan penanganan serius dari pemerintah dan pihak terkait. Petani di Pidie berharap ada solusi yang dapat melindungi kebun mereka dan memastikan keberlangsungan hidup mereka sebagai petani.
