News
Haji Uma Desak BI Atasi Sulitnya Penukaran Uang Baru di Lhokseumawe
3 hari yang lalu
Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma, mendatangi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe untuk membahas kesulitan masyarakat dalam penukaran uang baru menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pertemuan ini diadakan sebagai respons terhadap banyaknya aspirasi masyarakat yang mengeluhkan sistem pendaftaran daring yang dinilai menyulitkan.
Haji Uma menyampaikan bahwa banyak masyarakat yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan kuota penukaran uang baru. Selain itu, terdapat masalah dengan pendaftar yang tidak datang saat jadwal penukaran, yang menghambat kesempatan bagi masyarakat lain.
Poin-Poin Penting
- Total dana penukaran uang baru: BI Lhokseumawe menyediakan Rp2,3 triliun untuk penukaran uang baru di 10 kabupaten/kota.
- Jumlah paket penukaran: Terdapat 39.000 paket penukaran melalui aplikasi, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 6.600 paket.
- Nilai maksimal penukaran: Setiap masyarakat dapat menukar uang dengan nilai maksimal Rp5,3 juta per paket.
- Masalah utama: Sistem pendaftaran daring yang sering penuh dan banyak pendaftar yang tidak datang saat jadwal penukaran.
- Solusi yang diusulkan: Haji Uma mendorong evaluasi mekanisme penukaran, termasuk kolaborasi antara sistem manual dan daring, serta pemblokiran atau sanksi bagi pendaftar yang tidak datang.
Haji Uma juga membahas peran BI dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, termasuk pengendalian inflasi. Data terbaru menunjukkan tingkat inflasi tahunan Februari 2026 sebesar 6,56 persen di Lhokseumawe, 8,44 persen di Aceh Tengah, dan 6,34 persen di Aceh Tamiang.
