RSUD Aceh Besar menutup 13 poliklinik pada Senin (20/4) akibat mogok massal dokter spesialis dan tenaga kesehatan. Penutupan ini disebabkan oleh kekosongan persediaan obat-obatan dan keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) serta jasa medis.
Ratusan pasien tidak mendapatkan pelayanan, sementara layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi seperti biasa. Tenaga medis menuntut audiensi dengan Pemerintah Daerah dan DPRK untuk membahas pengadaan obat-obatan, percepatan status aktif BLUD, penyelesaian masalah TPP, dan pencairan jasa medis.
Dampak Penutupan Poliklinik
- 13 poliklinik ditutup total
- Ratusan pasien tidak mendapatkan pelayanan
- Kekosongan obat-obatan sudah berlangsung selama 5 bulan
- Keterlambatan pembayaran TPP sejak Januari 2025
- Jasa medis terhambat sejak November 2025
Tenaga medis menganggap aksi mogok massal sebagai langkah terakhir untuk menyuarakan persoalan yang terjadi. Mereka menduga bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan lambatnya realisasi status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang telah ditetapkan sejak 2024.
Baca Sumber Asli
Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

