News
Polres Bireuen Bersihkan Fasum di Gampong Kulu Pascabanjir, Warga Haru
24 Januari 2026 17:18
Banjir hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Bireuen meninggalkan dampak yang cukup parah, terutama di Gampong Kulu, Kecamatan Kutablang. Fasilitas umum seperti meunasah, kantor keuchik, dan gedung posyandu tertutup lumpur tebal, menghambat aktivitas warga.
Polres Bireuen turun tangan membantu membersihkan fasilitas umum tersebut. Puluhan personel Polri bekerja bahu-membahu menggunakan peralatan sederhana seperti sekop, sapu, dan ember untuk mengangkat endapan lumpur.
Aksi Kepedulian Polri
-
Koordinasi dan Kepemimpinan: Kegiatan sosial ini melibatkan anggota dari berbagai satuan dan pos sektor Polres Bireuen, dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba, AKP Muhammad Khalil, SH.
-
Fasilitas Umum yang Dibersihkan: Personel Polri menyisir halaman meunasah, kantor keuchik, serta gedung posyandu untuk memastikan fasilitas umum kembali bersih dan dapat digunakan masyarakat.
-
Semangat Kebersamaan: Meski pekerjaan berat, semangat kebersamaan membuat proses pembersihan berjalan lancar. Para personel bekerja bahu-membahu, menunjukkan dedikasi aparat dalam mengemban amanah negara.
Respon Warga
-
Rasa Haru dan Bangga: Keuchik Gampong Kulu, Saiman (45), menyatakan rasa haru dan bangga atas kehadiran Polri. Menurutnya, slogan "Polri untuk Masyarakat" benar-benar terbukti melalui aksi nyata di lapangan.
-
Dampak Banjir: Gampong Kulu merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir. Jarak antara permukiman warga dengan aliran sungai kini hanya sekitar lima meter akibat erosi yang terus terjadi.
-
Terima Kasih kepada Polri: "Terima kasih kepada Kapolres Bireuen dan seluruh jajaran yang telah menurunkan anggotanya ke desa kami," ucap keuchik. "Kehadiran Polri sangat membantu dan memberi semangat bagi masyarakat kami," tutur Saiman penuh rasa syukur.
Aksi Polres Bireuen ini bukan hanya sekadar menjaga kebersihan, tetapi juga wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu warga bangkit setelah bencana. Kegiatan bersih-bersih ini menjadi simbol kuat kepedulian dan gotong royong, menunjukkan bahwa kepolisian bukan hanya penegak hukum, tetapi juga mitra masyarakat dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan harapan pascabencana banjir bandang serta tanah longsor.
