News
Potensi Perbedaan Idulfitri 2026: Pemerintah dan Muhammadiyah di Aceh
3 jam yang lalu
Posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 Hijriah yang bertepatan dengan 19 Maret 2026 diprediksi masih berada pada ketinggian rendah di seluruh wilayah Indonesia. Kondisi ini berpotensi menyebabkan perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri antara pemerintah dan Muhammadiyah.
Berdasarkan data hisab, ketinggian hilal saat matahari terbenam berkisar antara 0,91 derajat di Merauke hingga sekitar 3,13 derajat di Sabang. Sementara itu, elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari berada di kisaran 4,5 hingga 6,1 derajat. Secara umum, parameter tersebut belum sepenuhnya memenuhi kriteria imkan rukyat yang ditetapkan oleh MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Proses Penetapan Idulfitri
- Pemerintah: Akan menetapkan secara resmi tanggal 1 Syawal melalui sidang isbat yang digelar pada 19 Maret 2026. Sidang isbat akan mempertimbangkan data hisab serta hasil rukyatul hilal yang diverifikasi oleh berbagai pihak, termasuk pakar astronomi dan perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.
- Muhammadiyah: Sudah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal, metode perhitungan astronomi yang menjadi pedoman resmi Muhammadiyah.
Dampak bagi Warga Aceh
- Warga Aceh perlu menunggu hasil sidang isbat pemerintah untuk mengetahui secara resmi kapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dirayakan di Indonesia.
- Perbedaan penetapan ini dapat mempengaruhi persiapan dan pelaksanaan ibadah, termasuk Salat Id, rencana mudik, dan kegiatan keluarga.
Data Penting
- Ketinggian Hilal: 0,91 derajat di Merauke hingga 3,13 derajat di Sabang.
- Elongasi: 4,5 hingga 6,1 derajat.
- Sidang Isbat: 19 Maret 2026, pukul 16.00 WIB di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Dengan demikian, masyarakat Aceh masih perlu menunggu hasil sidang isbat pemerintah untuk mempersiapkan Lebaran dengan baik.
