News
Program MBG Prabowo Salurkan 59,8 Juta Porsi Harian, Libatkan 51 Ribu UMKM Aceh
22 Januari 2026 23:17
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto telah mencapai capaian signifikan dengan menyalurkan 59,8 juta porsi makanan setiap hari kepada anak-anak, ibu, dan lansia di seluruh Indonesia, termasuk Aceh. Dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Prabowo menyatakan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi melalui pelibatan puluhan ribu UMKM dan koperasi.
Prabowo menambahkan bahwa program MBG telah melibatkan lebih dari 51 ribu UMKM dan koperasi dalam penyaluran bahan baku, serta membuka lebih dari 600 ribu lapangan kerja hanya di sektor dapur. Ia optimis bahwa program ini akan menciptakan 1,5 juta lapangan pekerjaan baru dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dampak Program MBG
- 59,8 juta porsi makanan disalurkan setiap hari kepada anak-anak, ibu, dan lansia.
- Lebih dari 51 ribu UMKM dan koperasi terlibat dalam penyaluran bahan baku.
- Program ini membuka lebih dari 600 ribu lapangan kerja di sektor dapur.
- Prabowo menargetkan 82,9 juta penerima manfaat sebelum akhir 2026.
- Diharapkan menciptakan 1,5 juta lapangan pekerjaan baru di seluruh Indonesia.
Perbandingan dengan McDonald's
Prabowo menyebutkan bahwa capaian MBG dalam waktu dua tahun telah mengalahkan jumlah makanan yang disediakan oleh McDonald's. Menurutnya, McDonald's membutuhkan waktu lebih dari lima dekade untuk memproduksi sekitar 68 juta porsi makanan, sementara MBG hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk mencapai 82,9 juta penerima manfaat.
Harapan dan Target
Prabowo optimis bahwa program MBG akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia, termasuk Aceh. Ia berharap bahwa program ini dapat mencapai target 82,9 juta penerima manfaat sebelum akhir 2026, serta menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.
Program MBG juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal gizi dan kesehatan. Dengan melibatkan UMKM dan koperasi lokal, program ini juga berperan dalam memperkuat ekonomi masyarakat Aceh dan seluruh Indonesia.
