News
Prajurit TNI Bangun Jembatan Gantung di Aceh Tengah, Membuka Akses Wilayah Pasca Bencana
10 Februari 2026 20:12
Prajurit TNI membangun jembatan gantung di Kalaili, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tamiang, untuk memperlancar hubungan antarwilayah terdampak bencana di pedalaman daerah tersebut. Jembatan gantung sepanjang 100 meter menghubungkan Desa Owaq dan sejumlah desa lainnya di wilayah Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, di antaranya Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung, Sekinel, Kute Reje, dan Reje Payung.
Pembangunan jembatan gantung tersebut di bawah koordinasi Komando Distrik Militer (Kodim) 0106/Aceh Tengah dengan dukungan material dari TNI Angkatan Darat. Personel yang terlibat dalam pengerjaan jembatan dari Koramil 05/Linge Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 854/DK serta Kompi B Batalyon Infanteri (Yonif) 114/Satria Musara.
Progres Pembangunan
- Progres pembangunan jembatan gantung Kalaili sudah mencapai 45,5%.
- Personel di lapangan terus bekerja menyelesaikan pembangunan jembatan gantung tersebut.
- Pekerjaan abutmen jembatan sudah rampung.
- Tiang atau pilon satu titik, kanan dan kiri, juga sudah didirikan.
Tantangan dan Solusi
- Tantangan utama pembangunan jembatan gantung tersebut pada proses langsir material karena jaraknya cukup jauh.
- Kondisi lapangan serta keterbatasan akses distribusi menjadi kendala tersendiri.
- Kerja sama dan semangat gotong royong seluruh prajurit TNI serta dukungan berbagai pihak, pembangunan jembatan gantung terlaksana sesuai rencana.
Dampak Positif
- Jembatan tersebut nantinya menjadi objek vital masyarakat pascabencana.
- Akses jadi lebih mudah, anak-anak ke sekolah lancar, dan hasil kebun bisa lebih cepat dibawa ke pasar.
