Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Banjir Rusak 6.712,9 Ha Tambak Aceh Timur, Petani Tambak Kehilangan Modal

03 Februari 2026 08:22

Banjir besar yang melanda Aceh Timur pada akhir 2025 meninggalkan dampak serius bagi sektor perikanan. Sedikitnya 6.712,9 hektare tambak milik warga dilaporkan rusak akibat terjangan banjir. Kadis Perikanan dan Kelautan Aceh Timur, Syarifuddin, mengatakan, bencana tersebut tak hanya merusak infrastruktur tambak, tapi juga menghantam perekonomian petani tambak di berbagai kecamatan.

Berdasarkan data dinas, dari total luas tambak yang terdampak, sekitar 5.042,3 hektare masuk kategori rusak berat, sementara 1.873,84 hektare mengalami kerusakan sedang. Dominasi kerusakan berat menunjukkan kuatnya hantaman banjir yang merusak tanggul, pintu air, serta saluran tambak, sehingga sebagian besar lahan tidak dapat langsung digunakan kembali.

Dampak Finansial

  • Total kerugian sektor perikanan Aceh Timur akibat banjir ditaksir lebih dari Rp2,5 miliar.
  • Kerugian infrastruktur tambak sebesar Rp872.421.100.
  • Kerugian produksi sekitar Rp1.673.434.300, meliputi hilangnya ikan dan udang siap panen, serta bibit yang hanyut terbawa banjir.
  • Banyak petani tambak kehilangan seluruh modal usaha.

Upaya Pemulihan

  • Proses verifikasi dilakukan secepatnya agar bantuan pemulihan ekonomi bagi petani tambak segera disalurkan.
  • Dinas Perikanan dan Aceh Timur melakukan pendataan awal dan akan menurunkan tim survei ke lapangan untuk verifikasi.
  • Data tersebut akan diserahkan ke pemerintah provinsi guna ditindaklanjuti.
  • Pendataan bertujuan agar pemerintah dapat memberikan stimulus dan program pemberdayaan untuk meringankan beban petani tambak pascabanjir.

Ancaman Ketahanan Pangan

  • Banjir bandang yang meluluhlantakkan puluhan ribu hektare areal sawah di Aceh Timur dan sejumlah kabupaten/kota lain.
  • Kondisi ini jelas menyisakan luka mendalam bagi masyarakat yang menggantungkan ekonomi keluarganya dari sektor pertanian dan perikanan.
  • Banyaknya areal tambak dan sawah yang rusak akibat bencana hidrometeoreologi tersebut menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan secara umum.

Prioritas Pemerintah

  • Pemerintah harus memprioritaskan perbaikan tambak dan sawah yang rusak akibat banjir.
  • Perbaikan itu harus diawali dengan pendataan kerusakan lahan tambak dan sawah yang rusak di semua daerah secara cepat, akurat, dan transparan agar bantuan tepat sasaran.
  • Perbaikan tanggul, saluran irigasi, pemulihan lahan, hingga penyediaan benih dan sarana produksi juga harus direalisasikan dengan cepat.

Potensi Sektor Pertanian dan Perikanan

  • Aceh memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan.
  • Potensi itu akan sulit berkembang bila petani dan petambak dibiarkan berjuang sendiri mengatasi dampak bencana.
  • Memperbaiki lahan pertanian dan perikanan rakyat yang rusak berarti menyelamatkan masa depan pangan dan kesejahteraan Aceh.

Pencegahan Jangka Panjang

  • Upaya seperti normalisasi sungai, perbaikan tanggul, dan pengelolaan lingkungan harus dijalankan secara konsisten.
  • Hal ini dimaksudkan agar banjir tak terus terulang karena petani dan petambak akan selalu menjadi korban dari bencana tersebut.
Banjir Rusak 6.712,9 Ha Tambak Aceh Timur, Petani Tambak Kehilangan Modal
0123456789