News
Produk Ecoprint UMKM Aceh Besar Diminati Turis Mancanegara, Harga Rp 300 Ribu hingga Rp 800 Ribu
21 Januari 2026 23:01
Produk ecoprint dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh Besar sedang menjadi perhatian wisatawan mancanegara. Salah satu UMKM yang menonjol adalah Sioen Ija Ecoprint dari Gampong Meunasah Baro, Kemukiman Lampuuk, Kecamatan Lhoknga. Teknik ecoprint menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, dan batang untuk menciptakan pola pada kain, yang sangat diminati karena ramah lingkungan.
Nurul Fahmi, pemilik Sioen Ija Ecoprint, menyatakan bahwa produknya menarik minat turis asing, terutama dari Prancis dan Kanada. Harga kain ecoprint berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 800 ribu, tergantung pada lebar dan motif kain. Nurul juga berencana memperluas produknya dengan membuat tote bag dan baju untuk meningkatkan penjualan.
Keunikan Produk Ecoprint
- Bahan alami: Menggunakan daun, bunga, dan batang untuk menciptakan pola pada kain.
- Ramah lingkungan: Proses produksi tidak menggunakan zat kimia berbahaya.
- Harga terjangkau: Semakin banyak diproduksi, harga jual semakin murah.
- Dukungan lokal: Melibatkan 16 pekerja lokal dalam proses produksi.
Nurul optimis bahwa dengan ekspansi produk, penjualan akan meningkat dan produk ecoprint dari Aceh Besar akan semakin dikenal di pasar internasional. Produk ini tidak hanya menarik minat wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan lingkungan.
Dampak Positif
- Meningkatkan ekonomi lokal melalui penjualan produk ecoprint.
- Memberikan lapangan kerja bagi 16 pekerja lokal.
- Mempromosikan produk ramah lingkungan dan bahan alami.
- Menarik minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Aceh Besar.
Dengan keunikan dan kualitas produk ecoprint, UMKM di Aceh Besar memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar internasional. Produk ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga nilai edukasi tentang pentingnya menggunakan bahan alami dan proses produksi yang ramah lingkungan.
Rencana ke Depan
- Mengembangkan produk baru seperti tote bag dan baju.
- Meningkatkan penjualan melalui ekspansi produk.
- Memperluas pasar ke negara-negara Eropa dan Kanada.
- Meningkatkan kesadaran tentang produk ramah lingkungan di kalangan wisatawan.
