Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Produksi Padi Aceh Turun 44,77 Ribu Ton, Dampaknya pada UMKM dan Warga

11 Februari 2026 09:07

Produksi padi di Aceh mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat bahwa produksi padi turun sekitar 44,77 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berdampak pada produksi beras yang juga menurun sekitar 26,79 ribu ton.

Penurunan produksi padi di Aceh dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk alih fungsi lahan pertanian, perubahan iklim, serangan hama, dan dampak bencana hidrometeorologi. Beberapa daerah yang mengalami penurunan produksi padi yang signifikan antara lain Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Besar.

Dampak pada UMKM dan Warga

Penurunan produksi padi memiliki dampak langsung pada UMKM dan warga Aceh. Banyak petani dan nelayan yang bergantung pada produksi padi untuk penghasilan mereka. Penurunan ini juga berdampak pada harga beras di pasaran, yang dapat meningkatkan biaya hidup warga.

Langkah Pemerintah

Pemerintah Aceh berencana mengambil langkah antisipasi dengan optimasi lahan rawa, pompanisasi, bantuan mesin, irigasi perpompaan, serta perpipaan. Program rehabilitasi juga akan dilaksanakan bersama Kementerian untuk mengatasi dampak bencana hidrometeorologi.

Data dan Fakta

  • Luas panen padi di Aceh turun 5,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Produksi padi di Aceh mencapai 1,62 juta ton gabah kering giling (GKG).
  • Produksi beras di Aceh turun sekitar 26,79 ribu ton.
  • Lahan padi yang mengalami gagal panen mencapai 27.161 ha akibat banjir dan kekeringan.
Produksi Padi Aceh Turun 44,77 Ribu Ton, Dampaknya pada UMKM dan Warga
0123456789