News
Prof Mirza Resmi Pimpin USK, Siap Rangkul Mantan Calon Rektor
4 hari yang lalu
Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026-2031 di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh. Pengambilan sumpah jabatan dipimpin oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr Safrizal ZA, di hadapan Dirjen Diktisaintek Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof Khairul Munadi.
Mirza berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dosen, karyawan, dan seluruh civitas akademika. Ia juga menargetkan peningkatan riset berdampak dan reputasi, serta pengembangan usaha di kampus, termasuk rumah sakit. Selain itu, Mirza akan membantu mahasiswa yang hampir putus kuliah karena masalah ekonomi melalui Rumah Amal USK dan bantuan dari pemerintah daerah dan pusat.
Komitmen dan Rencana Kerja Rektor Baru
- Meningkatkan kesejahteraan dosen dan karyawan: Mirza akan fokus pada peningkatan kesejahteraan seluruh civitas akademika.
- Riset berdampak dan reputasi: Ia berencana untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset yang berdampak dan bereputasi.
- Pengembangan usaha kampus: Mirza akan mengembangkan beberapa usaha di kampus, termasuk rumah sakit.
- Bantuan mahasiswa: Ia menargetkan tidak ada mahasiswa yang putus kuliah karena masalah ekonomi, dengan bantuan dari Rumah Amal USK dan pemerintah.
- Kolaborasi dengan mantan calon rektor: Mirza akan merangkul mantan calon rektor untuk sama-sama membangun kampus.
Proses Pemilihan dan Harapan ke Depan
Proses pemilihan rektor kali ini dinilai berjalan kondusif dan dewasa. Ketua MWA USK, Dr Safrizal ZA, menyampaikan bahwa pemilihan rektor ini adalah yang tersejuk sepanjang sejarah USK. Ia juga mengucapkan selamat kepada Mirza dan menekankan bahwa ini adalah tanggung jawab yang tidak ringan.
Dirjen Diktisaintek, Prof Khairul Munadi, menyampaikan bahwa USK bukan hanya perguruan tinggi besar di Aceh, tetapi juga menjadi harapan besar lahirnya pengetahuan, kemajuan, inovasi, sains, dan teknologi dari ujung barat Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya kesejahteraan dosen dan mencegah mahasiswa putus kuliah karena keterbatasan ekonomi.
