Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031, Prof. Mirza Tabrani, diharapkan mampu mempercepat langkah USK menjadi kampus mandiri yang berdaya saing global. Harapan ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (PP IKA USK), Amal Hasan, yang menilai visi kepemimpinan Mirza Tabrani sangat relevan dengan target besar USK menuju kampus kelas dunia.
Menurut Amal Hasan, USK telah menunjukkan berbagai capaian positif di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), USK memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas untuk mendukung pembangunan daerah maupun nasional.
Harapan dan Visi Kepemimpinan Baru
- Visi Smart Humanocracy Governance: Mirza Tabrani mengusung konsep ini untuk transformasi pendidikan berkarakter dan berstandar global.
- Kontinuitas Pengembangan: Kepemimpinan baru diharapkan melanjutkan dan memperkuat fondasi yang telah dibangun oleh rektor sebelumnya.
- Dukungan Alumni: PP IKA USK siap berkolaborasi dan bersinergi dengan kampus untuk mewujudkan USK sebagai kampus berkualitas global.
Capaian dan Peran Strategis USK
- Status PTNBH: Sejak Oktober 2022, USK resmi menjadi PTNBH berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2022.
- Peningkatan Reputasi: USK dikenal sebagai jantong hate rakyat Aceh dan telah menunjukkan berbagai prestasi yang mendorong peningkatan reputasi kampus.
- Kemitraan dengan Alumni: Kemitraan antara kampus dan alumni diatur dalam regulasi dan dianggap penting untuk pengembangan perguruan tinggi.
Sinergi untuk Masa Depan
- Jejaring Alumni: Jejaring alumni USK yang tersebar di berbagai sektor profesi dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang karier bagi lulusan baru.
- Kompetensi Lulusan: Kemitraan antara almamater dan alumni diharapkan dapat meningkatkan kompetensi lulusan sebelum memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita11 Titik Panas di Aceh, Waspada Karhutla di Tanah Aceh Jaya dan Utara
BMKG mendeteksi 11 titik panas (hotspot) di Aceh pada Senin (27/4/2026), tersebar di Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
24 Anak Panti Asuhan Bumi Moro Latih First Aid di Banda Aceh
Sebanyak 24 anak di Panti Asuhan Bumi Moro, Banda Aceh, mengikuti pelatihan pertolongan pertama (first aid) yang digelar subunit Supportive...
Rencana Ferry Jakarta–Banda Aceh, Biaya Logistik Melorot di Aceh
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah membahas rencana pembukaan lintasan angkutan penyeberangan
Pulihkan Pertanian, Kementan Tanam Padi Gogo di Pulo Siron Bireuen
Upaya pemulihan diawali dengan perbaikan infrastruktur penahan sawah yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.