News
PT BEL Latih Kerajinan Kasab di Nagan Raya, Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Budaya
31 Januari 2026 16:48
PT Bara Energi Lestari (BEL) memberikan pelatihan dan pendampingan usaha kerajinan lokal kasab bagi masyarakat Nagan Raya. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertahankan budaya sekaligus menguatkan ekonomi masyarakat desa, yang dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026).
Pelatihan ini dilakukan bersama dosen pendamping dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, serta melibatkan masyarakat desa sekitar areal tambang. Pelatihan ini menjadi bagian dari program balee buet jaroe, yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal sekaligus pelestarian budaya Aceh.
Pelatihan Kerajinan Kasab
- Pelatihan mengusung tema pendampingan usaha kerajinan lokal masyarakat desa pada area pertambangan.
- Peserta berasal dari sejumlah desa sekitar area operasional perusahaan dan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kerajinan di masing-masing desa.
- Peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknik dasar pembuatan kasab, tetapi juga dilatih mengembangkan motif khas Aceh serta strategi pemanfaatan hasil kerajinan agar memiliki nilai ekonomi.
- Salah satu fokus utama pelatihan adalah pembuatan payung kasab untuk prosesi pernikahan adat Aceh, yang memiliki nilai budaya tinggi sekaligus potensi usaha yang menjanjikan sebagai produk kerajinan rumah tangga.
Keterlibatan Mahasiswa
- Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat juga ikut belajar langsung proses pembuatan kasab, mulai dari teknik dasar hingga pemahaman makna budaya di balik setiap motif.
- Salah satu mahasiswa pengabdian tematik, Rahmad, mengungkapkan keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga. Di era modern, kerajinan kasab semakin jarang ditemui dan kurang dikenal oleh generasi muda.
Warisan Budaya
- Seorang ibu rumah tangga sekaligus pengrajin kasab, Nana, mengaku kerajinan kasab, termasuk payung pernikahan adat Aceh, merupakan warisan budaya yang diwariskan turun-temurun dan perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.
- Kerajinan kasab ini diajarkan oleh orang tua kami dan diwariskan kepada anak-anak muda. Selain memperkuat seni budaya Aceh, kerajinan ini juga bisa menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat. Biasanya saat ada acara pernikahan adat, banyak yang memesan pada kami.
Melalui pelatihan dan pendampingan ini diharapkan kerajinan kasab tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya Aceh, tetapi juga terus hidup sebagai media pembelajaran lintas generasi dan berkembang menjadi sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat desa di sekitar area pertambangan.
