News
Puluhan Ribu Warga Aceh Utara Masih Mengungsi Pasca Banjir, Ibu Hamil dan Balita Terkena
08 Februari 2026 10:51
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara sejak 26 November 2025 hingga kini masih menyisakan puluhan ribu warga yang harus bertahan di lokasi pengungsian. Di antara para pengungsi tersebut terdapat kelompok rentan, seperti ibu hamil, lansia, balita, dan penyandang disabilitas.
Berdasarkan data yang diperoleh Serambinews.com, Minggu (8/2/2026), hingga saat ini tercatat sebanyak 6.886 kepala keluarga (KK) atau 25.973 jiwa masih mengungsi di 119 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Dampak Banjir di Aceh Utara
- 6.886 KK atau 25.973 jiwa masih mengungsi di 119 titik pengungsian.
- 696 gampong di 27 kecamatan terdampak banjir.
- 124.549 KK atau 433.064 jiwa total warga terdampak.
- 5,5 persen dari total jiwa terdampak masih belum dapat beraktivitas normal.
Kecamatan dengan Dampak Terparah
- Kecamatan Langkahan: 6.158 KK atau 20.528 jiwa terdampak, 3.476 KK atau 12.824 jiwa masih mengungsi.
- Kecamatan Tanah Jambo Aye: 10.324 KK atau 35.922 jiwa terdampak, 666 KK atau 2.664 jiwa masih mengungsi.
- Kecamatan Lapang: 3.026 KK atau 10.950 jiwa terdampak, 1.470 KK atau 5.790 jiwa masih mengungsi.
- Kecamatan Dewantara: 11.367 KK atau 34.435 jiwa terdampak, 120 KK atau 386 jiwa masih mengungsi.
- Kecamatan Sawang: 4.527 KK atau 16.513 jiwa terdampak, 609 KK atau 2.155 jiwa masih mengungsi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Fauzan MAP, mengatakan bahwa Kecamatan Langkahan menjadi wilayah dengan kondisi paling berat. Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memprioritaskan penanganan di kecamatan dengan rasio pengungsi tertinggi, serta mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Utara dapat segera pulih sepenuhnya.
