News
Puluhan RS Aceh Terbebani Utang Miliaran, Ancam Layanan Kesehatan
09 Februari 2026 17:30
Puluhan rumah sakit milik pemerintah di Aceh tercatat memiliki utang miliaran rupiah. Data yang dihimpun AJNN dari Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) per 31 Desember 2024 menunjukkan jika keuangan rumah sakit daerah masih dibebani utang dalam jumlah yang sangat besar.
Misalnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tercatat menjadi rumah sakit dengan realisasi anggaran terbesar, mencapai Rp 1,014 triliun. Rumah sakit milik Pemerintah Aceh itu membukukan pendapatan Rp 718,7 miliar atau sekitar Rp 59,8 miliar per bulan.
Utang Besar di RS Aceh
- RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh memiliki utang Rp 201,3 miliar dengan piutang Rp 116,4 miliar.
- RS Ibu dan Anak Aceh di Banda Aceh mencatat utang sebesar Rp 5,5 miliar dengan piutang Rp 4,8 miliar.
- RSUD Meuraxa milik Pemerintah Kota Banda Aceh mencatat pendapatan Rp 153,3 miliar, dengan utang mencapai Rp 50,7 miliar, dan piutang Rp 18 miliar.
- RSUD Cut Meutia milik Pemkab Aceh Utara memiliki utang sebesar Rp 19,99 miliar, piutang Rp 12,8 miliar, dengan pendapatan per tahun Rp 128,2 miliar.
Dampak Utang ke Layanan Kesehatan
- Utang yang menumpuk akan mengganggu arus kas rumah sakit.
- Dampaknya bisa langsung ke pelayanan, mulai dari keterlambatan pengadaan obat, alat kesehatan, maupun turunnya kualitas layanan ke pasien.
- Masyarakat kelas bawah bahkan menjadi yang paling terdampak.
Pengamat keuangan rumah sakit, Muhammad Yassir, menilai data keuangan ini memperlihatkan perlunya evaluasi tata kelola keuangan rumah sakit daerah agar pendapatan, subsidi, dan beban kewajiban dapat dikelola lebih sehat.
