News
Putra Pidie Terbitkan Buku Pendidikan Berintegritas untuk Aceh
28 Januari 2026 22:04
Putra Pidie, Dr. Iswadi, M.Pd, menerbitkan buku 'Gagasan Pendidikan untuk Membangun Peradaban Berintegritas' dengan ISBN: 978-634-7489-73-9. Buku ini menekankan peran pendidikan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya yang berorientasi pada pembebasan, integritas, dan pembangunan peradaban yang bermartabat.
Dr. Iswadi, lahir di Desa Masjid Laweung, Pidie, Aceh, pada 1 November 1979, mengajak pembaca untuk memahami pendidikan sebagai proses pemanusiaan manusia yang membebaskan peserta didik dari belenggu ketidaktahuan, ketidakadilan struktural, dan dominasi cara berpikir yang meniadakan nilai-nilai moral serta kemanusiaan.
Konsep Pendidikan Membebaskan
- Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses pembentukan manusia seutuhnya.
- Pendidikan membebaskan tidak bersifat indoktrinatif, melainkan mengajak peserta didik menjadi subjek yang sadar, kritis, dan bertanggung jawab.
- Pendidikan yang membebaskan memungkinkan peserta didik menginternalisasi nilai-nilai secara sadar, bukan melalui paksaan.
Kritik terhadap Pendidikan Kontemporer
- Sistem evaluasi yang menekankan angka dan kompetisi yang berlebihan dinilai berpotensi melanggengkan ketidakadilan dan mematikan daya kritis.
- Pendidikan yang demikian menjauhkan manusia dari integritas dan kebebasan berpikir.
Paradigma Pendidikan Berintegritas
- Integritas dipahami sebagai kesatuan antara kesadaran, nilai, dan tindakan sosial.
- Pendidikan membebaskan memungkinkan terbentuknya karakter yang autentik dan bertanggung jawab.
Kebijakan Pendidikan
- Kurikulum perlu dirancang secara dialogis dan kontekstual, memberi ruang bagi peserta didik untuk berpikir kritis, berdialog, dan merefleksikan realitas sosialnya.
- Pendidikan tidak boleh menjadi alat reproduksi ketimpangan sosial, tetapi harus berfungsi sebagai sarana transformasi menuju keadilan dan kemanusiaan.
Peran Pendidik
- Pendidik diposisikan sebagai fasilitator pembebasan, bukan otoritas tunggal pengetahuan.
- Melalui keteladanan, dialog reflektif, dan praksis pedagogis yang humanis, pendidik diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis sekaligus integritas moral peserta didik.
Pendidikan yang berintegritas dan emansipatoris diyakini mampu melahirkan manusia merdeka yang sadar akan martabatnya, bertanggung jawab secara sosial, dan berkomitmen pada nilai-nilai keadilan serta kemanusiaan.
