Ancaman penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) kini semakin menyasar anak-anak di Aceh melalui ruang digital. Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, menegaskan bahwa pencegahan paham IRET tidak lagi bisa dilakukan secara parsial dan memerlukan pendekatan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari lingkungan pendidikan hingga keluarga.
Tim Pencegahan Densus 88 Satgaswil Aceh, Iptu Said Martunis, mengungkapkan bahwa pola penyebaran paham radikal telah berubah signifikan, dengan memanfaatkan media sosial sebagai pintu utama. Anak-anak menjadi target paling rentan karena tingginya akses terhadap internet tanpa pengawasan yang memadai.
Ancaman Radikalisme di Aceh
- Media Sosial sebagai Pintu Utama: Anak-anak di Aceh menjadi sasaran empuk karena mudahnya akses ke internet tanpa pengawasan.
- Peran Guru dan Penyuluh Agama: Guru dan penyuluh agama menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan membentengi anak dari paparan ideologi berbahaya.
- Permainan Digital Berbahaya: Permainan digital yang mengandung unsur kekerasan dapat memicu perilaku agresif, termasuk perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.
- Kolaborasi Pencegahan: Densus 88 mendorong langkah pencegahan berbasis kolaborasi dengan melibatkan madrasah, KUA, dan keluarga sebagai benteng utama.
Dampak dan Risiko
- Lemahnya Kontrol Orang Tua: Kurangnya pengawasan orang tua dan pendidik terhadap penggunaan gawai memperparah risiko paparan paham radikal.
- Kasus di Aceh: Sejumlah kasus terkait paparan negatif telah terjadi di Aceh, menunjukkan urgensi penanganan yang lebih serius.
Langkah Pencegahan
- Pendekatan Menyeluruh: Pencegahan paham IRET harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pendidikan hingga keluarga.
- Peningkatan Pengawasan: Orang tua dan pendidik perlu meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan gawai oleh anak-anak.
- Kolaborasi dengan Densus 88: Kerja sama dengan Densus 88 dan instansi terkait untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran paham radikal di kalangan anak-anak.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.