News
Rakit Jadi Penyeberangan Warga Sawang Aceh Utara Pasca Banjir Bandang
9 jam yang lalu
Banjir bandang yang melanda Sawang, Aceh Utara, pada akhir November 2025 lalu menghancurkan jembatan penghubung antar gampong. Akibatnya, ribuan warga terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi Krueng Sawang yang kini melebar hingga 250 meter. Jembatan rangka baja, jembatan darurat, dan jembatan Bailey yang dibangun sebelumnya juga rusak akibat banjir.
Warga dari empat gampong, yaitu Gunci, Blang Cut, Lhok Cut, dan Kubu, harus mengandalkan rakit untuk aktivitas sehari-hari seperti bersekolah, bekerja, dan berbelanja. Meskipun penuh risiko, rakit menjadi satu-satunya sarana penyeberangan yang tersedia.
Dampak Banjir Bandang
- Ribu warga terpaksa menggunakan rakit untuk penyeberangan.
- Pelajar harus berangkat lebih awal untuk menghindari antrean panjang.
- Aktivitas ekonomi terhambat karena sulitnya akses ke pusat kecamatan.
- Jembatan permanen menjadi harapan warga untuk kelancaran dan keselamatan.
Kondisi Penyeberangan
- Tersedia dua unit rakit dan dua boat karet bantuan dari kepolisian dan BNPB.
- Waktu penyeberangan sekitar 4-5 menit, tetapi sering terjadi antrean panjang.
- Saat debit air sungai meningkat, penyeberangan dengan rakit tidak dapat dilakukan.
Harapan Warga
Warga berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen untuk mengatasi masalah penyeberangan dan meningkatkan keselamatan. Fazir Ramli, Keuchik Gunci, menyatakan bahwa jembatan permanen adalah solusi terbaik untuk mengatasi kondisi alam yang sering menyebabkan kerusakan pada jembatan darurat.
