News
Ramadan Tiba, Warga Pidie Jaya Masih Terkubur Lumpur Banjir dan Trauma
18 Februari 2026 15:19
Ramadan telah tiba, namun warga Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, masih berjuang dengan dampak banjir bandang yang melanda tiga bulan lalu. Sebanyak 335 Kepala Keluarga (KK) atau 1.280 jiwa masih terkubur lumpur dan kehilangan tempat tinggal, menjadikan bulan suci ini penuh tantangan dan duka.
Bencana ini tidak hanya merusak fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam, terutama pada anak-anak yang kini takut setiap hujan turun. Warga mengungsi di tanah kelahiran sendiri, sementara rumah-rumah mereka masih terkubur lumpur keras tanpa alat berat untuk membersihkannya.
Dampak Banjir di Pidie Jaya
- 335 KK atau 1.280 jiwa terdampak langsung, kehilangan tempat tinggal menjelang Ramadan.
- Trauma psikologis menghantui anak-anak dan dewasa, terutama saat hujan turun.
- Rumah dan lahan pertanian masih terkubur lumpur, mempersulit pemulihan ekonomi warga.
- Kebutuhan mendesak: alat berat untuk normalisasi hunian dan pendampingan psikososial.
Harapan Warga
Warga berharap pemerintah dan dermawan segera turun tangan. Bantuan alat berat untuk membersihkan lumpur dan pendampingan psikososial bagi anak-anak menjadi prioritas. Tanpa uluran tangan, ratusan warga terancam menjalani Ramadan tanpa atap rumah sendiri.
Keuchik Gampong Meunasah Bie, H. Helmi, S.H., menyampaikan permohonan terbuka untuk perhatian dan bantuan. "Kami sangat mengharapkan perhatian untuk saudara-saudara kami," tegasnya, menegaskan bahwa warga tidak bisa berjuang sendirian.
