News
Ramadhan 2026 Dimulai 18 Februari, Manfaat Puasa untuk Kesehatan Usus
10 Februari 2026 12:05
Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, pertanyaan tentang kapan umat Muslim mulai menjalankan ibadah puasa kembali ramai dibicarakan. Berdasarkan perhitungan hisab, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Meski demikian, kepastian resmi versi pemerintah masih menunggu hasil Sidang Isbat yang akan digelar Kementerian Agama (Kemenag).
Puasa Ramadhan tidak hanya berarti ibadah, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Berikut beberapa manfaat puasa bagi kesehatan usus:
Manfaat Puasa untuk Kesehatan Usus
-
Memicu proses autofagi: Puasa mengaktifkan mekanisme autofagi, yaitu proses pembersihan sel-sel rusak dan sisa metabolisme di dalam tubuh. Hal ini turut berkontribusi pada kesehatan usus dengan membuang sel-sel yang tidak berfungsi dan mendorong regenerasi jaringan.
-
Meningkatkan populasi bakteri baik: Berpuasa dapat mendorong pertumbuhan bakteri usus yang menguntungkan, misalnya Lactobacillus dan Bifidobacterium. Bakteri ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobioma usus.
-
Memperkuat lapisan usus: Puasa merangsang produksi protein yang memperkuat sawar usus, sehingga mencegah masuknya zat-zat berbahaya ke dalam aliran darah. Ini juga bisa menurunkan risiko terjadinya peningkatan permeabilitas atau kebocoran usus.
-
Merangsang gerakan usus: Pola puasa intermiten atau pembatasan waktu makan dapat memperbaiki motilitas usus, mendorong buang air besar yang teratur, mengurangi kemungkinan sembelit, dan pada akhirnya meningkatkan kesehatan pencernaan secara keseluruhan.
-
Meredakan gangguan pencernaan: Puasa diketahui dapat membantu meringankan keluhan pada penderita sindrom iritasi usus besar (IBS) atau pertumbuhan bakteri berlebihan di usus halus. Ini kemungkinan berkat pengaruhnya terhadap keseimbangan bakteri usus dan peradangan.
-
Mengatur nafsu makan: Puasa membantu menyeimbangkan hormon pengatur rasa lapar, mengurangi kecenderungan makan berlebihan, serta mendukung pengendalian berat badan. Hal ini berdampak positif bagi kesehatan usus dengan menurunkan risiko gangguan pencernaan yang terkait obesitas.
-
Meningkatkan penyerapan gizi: Dengan mengistirahatkan usus dari proses pencernaan yang terus-menerus, puasa justru dapat meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi. Dampaknya, tubuh lebih optimal dalam mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk kesehatan usus.
