Ratusan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Aceh mengikuti kegiatan Open Day dan Pre-Master Course yang digelar oleh Pusat Pembentukan Pendidikan Lanjutan dan Profesional UKMSHAPE Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan sekaligus pelatihan awal bagi calon mahasiswa yang berencana melanjutkan studi magister (S2) maupun doktoral di UKM, Malaysia.
Berdasarkan data panitia, kegiatan tersebut dihadiri 283 peserta, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta praktisi dari berbagai daerah di Aceh. Dari jumlah tersebut, 141 peserta secara khusus mengikuti sesi lokakarya Pre-Master Course, yaitu pelatihan yang dirancang untuk membekali calon mahasiswa dengan persiapan akademik sebelum melanjutkan studi ke luar negeri.
Peluang Studi Lanjut di UKM
Melalui kegiatan ini, UKMSHAPE memperkenalkan berbagai peluang studi lanjut di Universiti Kebangsaan Malaysia sekaligus memberikan pemahaman mengenai tahapan dan persiapan yang perlu dilakukan oleh calon mahasiswa. Dalam sesi Open Day, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai hal penting terkait studi lanjut di UKM, mulai dari persyaratan akademik, pilihan program studi unggulan, hingga standar kemampuan bahasa Inggris yang menjadi salah satu syarat utama bagi mahasiswa internasional.
Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian
Sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pelatihan mengenai teknik penyusunan proposal penelitian. Dalam lokakarya Pre-Master Course tersebut, akademisi dari UKM memberikan panduan praktis tentang cara merumuskan topik riset, menyusun kerangka penelitian yang sistematis, serta menyajikan proposal penelitian yang memiliki kekuatan akademik agar dapat diterima pada program Magister (S2) maupun Doktoral (PhD).
Agenda Kemanusiaan dan Penyerahan Surat Undangan Belajar
Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, kegiatan ini juga diisi dengan agenda kemanusiaan. Delegasi UKMSHAPE turut menyerahkan sumbangan bagi masyarakat yang terdampak banjir di Aceh sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial. Dalam kesempatan yang sama, panitia juga menyerahkan secara simbolis Surat Undangan Belajar (Letter of Offer) kepada beberapa calon mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan untuk melanjutkan studi di Universiti Kebangsaan Malaysia.
Manfaat Kegiatan
Seorang peserta kegiatan, Azuardi SH, ME, menyebutkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting bagi pengembangan kapasitas akademisi di daerah. Menurutnya, forum tersebut membuka wawasan yang lebih luas mengenai peluang pendidikan di tingkat internasional. "Menurut saya kegiatan seperti ini sangat penting diikuti oleh mahasiswa maupun akademisi, karena membuka wawasan tentang bagaimana proses melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di universitas luar negeri," ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga memberi kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi langsung dengan akademisi dari luar negeri sehingga memperoleh gambaran nyata tentang dunia riset dan pendidikan global. "Melalui kegiatan seperti ini kita bisa berdiskusi langsung dengan para akademisi dan mendapatkan gambaran nyata tentang dunia riset dan pendidikan global. Hal ini tentu sangat membantu dalam mempersiapkan diri sejak awal," tambahnya.
Karena berlangsung pada bulan Ramadan, rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Majlis Iftar atau buka puasa bersama yang dihadiri delegasi UKMSHAPE, pihak rektorat Universitas Syiah Kuala, serta para peserta kegiatan. Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan kerja sama akademik antara Malaysia dan Indonesia, khususnya Aceh, dapat semakin diperkuat sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi di tingkat internasional serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di masa depan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita11 Titik Panas di Aceh, Waspada Karhutla di Tanah Aceh Jaya dan Utara
BMKG mendeteksi 11 titik panas (hotspot) di Aceh pada Senin (27/4/2026), tersebar di Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
24 Anak Panti Asuhan Bumi Moro Latih First Aid di Banda Aceh
Sebanyak 24 anak di Panti Asuhan Bumi Moro, Banda Aceh, mengikuti pelatihan pertolongan pertama (first aid) yang digelar subunit Supportive...
Rencana Ferry Jakarta–Banda Aceh, Biaya Logistik Melorot di Aceh
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah membahas rencana pembukaan lintasan angkutan penyeberangan
Pulihkan Pertanian, Kementan Tanam Padi Gogo di Pulo Siron Bireuen
Upaya pemulihan diawali dengan perbaikan infrastruktur penahan sawah yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.