News
7.318 hektare sawah Bireuen rusak, petani Aceh menghadapi ancaman gagal panen
3 jam yang lalu
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir November 2025 meninggalkan dampak parah bagi sektor pertanian. 7.318 hektare sawah di berbagai kecamatan terendam lumpur, mengancam penghidupan ribuan petani di Aceh.
Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan telah memulai pembersihan lahan sawah yang rusak sedang. Dari total 685,27 hektare sawah rusak sedang, 677 hektare telah disetujui untuk dibersihkan setelah verifikasi Kementerian Pertanian.
Dampak Banjir terhadap Pertanian
- 2.300 hektare sawah tertimbun lumpur tebal dan memerlukan rehabilitasi.
- 677 hektare sawah kategori rusak sedang sedang dibersihkan di beberapa desa di Samalanga, Peusangan, Jangka, Kutablang, dan Gandapura.
- 1.920 hektare sawah rusak ringan akan dibersihkan setelah penandatanganan kontrak SID.
- 1.323,07 hektare sawah rusak berat menunggu penanganan lebih lanjut oleh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Upaya Pemulihan
Pemkab Bireuen terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk penanganan lahan sawah rusak berat. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi diharapkan segera dimulai untuk memulihkan sektor pertanian dan ekonomi lokal.
