Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Ratusan Petani Peudada Bersihkan Saluran Irigasi, Harap Pengerjaan Bendung Aneuk Gajah Rheut

01 Februari 2026 20:00

Sejak tiga tahun lalu, ribuan petani di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, menghadapi kesulitan akibat kerusakan infrastruktur irigasi. Irigasi Hagu yang rusak parah sejak awal 2024 dan irigasi Aneuk Gajah Rheut yang belum tuntas pengerjaannya sejak 2017 membuat petani setempat terpaksa membiarkan sawah mereka terlantar tujuh kali musim tanam terakhir.

Menghadapi kesulitan tersebut, pemerintah pusat melalui Pemkab Bireuen kemudian membangun pompa air untuk membantu petani Peudada yang sudah tujuh kali musim tanam tidak menggarap sawah karena irigasi Hagu rusak berat. Janji tersebut terealisasi dengan membangun bak penampungan air ukuran 10 x 10 meter di Desa Meunasah Krueng Peudada dan saat ini mulai berfungsi.

Gotong Royong Bersihkan Saluran

Menyahuti berfungsinya pompa air, Minggu (1/2/2026) ratusan petani di berbagai desa melaksanakan gotong royong membersihkan saluran yang sudah tertutup lumpur. Kegiatan pembersihan saluran tersebar di beberapa lokasi dekat pintu air jaringan irigasi.

Para petani dengan cangkul, sekop serta parang membersihkan saluran yang sudah tertutup di kawasan Desa Meunasah Krueng, Desa Meunasah Rabo, Meunasah Tambo, Meunasah Baroh, Meunasah Tunong dan Cot Keutapang. Ada yang membersihkan saluran cacing dan ada juga yang membersihkan saluran.

Dukungan dari Pemerintah dan Masyarakat

Kegiatan lapangan dihadiri para penyuluh pertanian, unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua KeujruenBlang, para perangkat desa dan juga Kantor Camat Peudada. Keujruen Blang, Nasruddin mengatakan, gotong royong dilakukan serentak di sejumlah desa pada lokasi saluran kondisi terparah dengan tujuan agar air dari pompa dapat tembus ke sawah-sawah seluas 500 hektare lebih di berbagai desa.

Sumber air dari pompanisasi dan debit air yang dialiri pompa tidak cukup untuk aliri semua sawah. Air dari pompa air dialirkan ke saluran saja tidak cukup, jadi bagi petani diharapkan masing-masing dapat bergotong-royong bersihkan areal di kawasannya masing-masing.

Harapan Petani

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Peudada, Juliadi yang didampingi Zainuar mengatakan sudah 3.5 tahun atau 7 kali musim tanam padi petani di Peudada tidak bisa menanam padi karena air irigasi tidak ada akibat hancurnya bendungan irigasi Hagu. Sekarang sudah ada pompa dan air baru bisa dialiri dengan pompanisasi ke sawah petani, namun tidak maksimal.

Meski terbatas, petani mencoba untuk bergerak serentak dengan membersihkan saluran agar air tembus ke sawah-sawah. Petani sangat berharap bendung irigasi Aneuk Gajah Rheut yang dibangun tahun 2017 lalu agar dapat dilanjutkan pembangunan sehingga sawah di Peudada dapat pengairan maksimal kembali, petani dapat menggarap sawah secara rutin.

Harapan yang sama disampaikan Keuchik Meunasah Kreung M Azhar, Keujruen Blang Peudada Nazaruddin, Ketua Gapoktan Meunasah Kreung M Amin dan petani Mardani warga Meunasah Rabo. Mereka berharap irigasi Aneuk Gajah Rheut segera dilanjutkan kembali.

Mardani juga berharap ditambah 3 mesin pompa lagi dan menambah pipa suplai lagi supaya debit air yang dialirkan ke sawah bisa memenuhi kebutuhan air. Perlu juga ada pompa berbahan BBM karena untuk antisipasi jika sewaktu waktu terjadi pemadaman listrik kebutuhan air tetap bisa disuplai dengan pompanisasi.

Ratusan Petani Peudada Bersihkan Saluran Irigasi, Harap Pengerjaan Bendung Aneuk Gajah Rheut
0123456789