News
Mangrove Aceh Singkil Pulih, Nelayan dan Pelajar Rasakan Manfaatnya
20 Januari 2026 11:00
Nelayan di pesisir Aceh Singkil kini merasakan manfaat nyata dari rehabilitasi mangrove yang dilakukan sejak 2018. Afrizal, salah satu nelayan setempat, mengungkapkan bahwa tangkapan ikannya kini lebih stabil dan beragam, berkat pemulihan ekosistem mangrove yang menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan dan kepiting.
Program rehabilitasi mangrove ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB), masyarakat lokal, dan pelajar. Hingga 2025, sebanyak 51.000 pohon bakau telah ditanam di area seluas 14,73 hektare, termasuk penanaman terbaru 5.000 pohon di lahan seluas dua hektare.
Manfaat Ekologis dan Ekonomis
- Meningkatkan tangkapan nelayan: Nelayan seperti Afrizal kini dapat memperoleh ikan dan kepiting bakau secara lebih stabil untuk dijual atau dikonsumsi sendiri.
- Mengurangi abrasi pantai: Keberadaan mangrove memberikan rasa aman bagi warga pesisir karena pantai tidak lagi terancam oleh abrasi.
- Menyerap karbon: Mangrove berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim dengan kemampuannya menyerap karbon.
Keterlibatan Pelajar
Pelajar SMA Negeri 1 Gunung Meriah turut serta dalam menanam bibit bakau, memberikan pengalaman belajar langsung tentang pentingnya pelestarian lingkungan. "Biasanya kami hanya belajar dari buku. Di sini kami melihat sendiri bagaimana mangrove bisa melindungi pantai dan jadi rumah bagi banyak hewan," ujar salah satu pelajar.
Sinergi dan Komitmen
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Singkil, Surkani, mengapresiasi langkah kolaboratif ini. Menurutnya, program rehabilitasi mangrove yang dilakukan PT PLB bersama masyarakat dan pelajar merupakan contoh sinergi yang baik dalam menjaga lingkungan pesisir. "PLB mampu menjalankan komitmen itu sejak 2018. Ditambah lagi inisiatif yang luar biasa dengan mengajak sektor pendidikan untuk turut serta secara langsung," kata Surkani.
Keanekaragaman Hayati
Kawasan mangrove yang direhabilitasi kini menjadi rumah bagi berbagai jenis burung, mamalia, dan reptil. Kondisi ini menjadi indikator bahwa upaya rehabilitasi berjalan efektif dan memberi manfaat jangka panjang bagi ekosistem pesisir. "Keseimbangan ekosistem menjadi komitmen utama Astra Agro dalam menjalankan proses bisnis yang berkelanjutan," kata Administratur PT PLB, M Asrar Iqbal.
