News
Remaja Aceh Barat Tenggelam di Krueng Meureubo, Tim Gabungan Masih Cari
20 Januari 2026 20:13
Seorang remaja bernama Samsuar (13), warga Babah Meulaboh, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, dilaporkan tenggelam dan hilang di Krueng Meureubo. Kejadian ini terjadi pada Selasa (20/1/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB di wilayah Desa Tanjong Bungong, Kecamatan Kaway XVI.
Korban bersama sejumlah rekannya sedang mandi dan berenang di sungai tersebut. Namun, saat mencoba berenang menyeberangi sungai, Samsuar diduga kehabisan tenaga dan terbawa arus sungai yang cukup dalam dan deras, terutama di kawasan aliran sungai dekat Gunung Menit.
Upaya Pencarian dan Penyelamatan
- Tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian.
- Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, membenarkan adanya laporan warga tenggelam di Krueng Meureubo dan menyatakan bahwa tim gabungan telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian.
- Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Proses pencarian akan terus dilanjutkan dengan melibatkan unsur Basarnas, BPBD, serta masyarakat setempat.
Dampak dan Kekhawatiran Warga
- Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat, terutama bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.
- Warga Desa Tanjong Bungong, Bustami, menyatakan bahwa masyarakat setempat segera melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang.
- Pencarian terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan dan keluarga dapat mendapatkan kepastian.
Kondisi Krueng Meureubo
- Krueng Meureubo dikenal memiliki bagian yang cukup dalam dengan arus air yang relatif deras, terutama di kawasan aliran sungai dekat Gunung Menit.
- Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencarian dalam upaya menemukan korban.
- Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada musim hujan ketika arus sungai cenderung lebih kuat.
Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung, dengan harapan korban segera ditemukan dan keluarga dapat mendapatkan kepastian mengenai nasib Samsuar.
