News
Ribuan Rumah di Pidie Jaya Masih Tertimbun Lumpur, Warga Terancam ISPA
16 Februari 2026 21:46
Hampir tiga bulan pascabencana banjir bandang dan longsor di Pidie Jaya, ribuan rumah warga masih tertimbun lumpur. Warga yang tinggal di tenda pengungsian atau hunian sementara kini menghadapi ancaman baru: debu lumpur yang dapat memicu penyakit ISPA.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, mengakui keterbatasan alat berat menjadi kendala utama pembersihan. Tanah lumpur yang menumpuk belum sepenuhnya dibersihkan, sementara kayu gelondongan masih berserakan di halaman rumah warga.
Dampak Bencana yang Berkepanjangan
- Ribuan rumah di Pidie Jaya masih tertimbun lumpur, terutama di Gampong Meunasah Lhok dan Meunasah Bie.
- Debu lumpur menjadi masalah kesehatan baru, meningkatkan risiko ISPA bagi warga.
- Alat berat terbatas memperlambat proses pembersihan dan pemulihan.
- 23.000 pengungsi awalnya tercatat, kini berkurang tetapi ribuan masih mengungsi.
Kondisi Pengungsi dan Huntara
- Sebagian warga tinggal di tenda pengungsian atau menempati hunian sementara (Huntara).
- Rumah yang rusak ringan telah dibersihkan warga dan sebagian telah ditempati kembali.
- Bupati Pijay menegaskan bahwa rumah yang rusak berat masih memerlukan perhatian serius.
Tantangan Pemulihan
- Keterbatasan alat berat dan lokasi pembuangan lumpur menjadi kendala utama.
- Kayu gelondongan yang berserakan di halaman rumah warga masih harus dibersihkan.
- Debu lumpur yang beterbangan saat kendaraan melintas menambah risiko kesehatan.
Pemulihan pascabencana di Pidie Jaya masih memerlukan upaya lebih lanjut untuk memastikan warga dapat kembali ke rumah mereka dengan aman dan sehat.
