News
Istri Menteri Kunjungi Korban Banjir Aceh Tamiang, Pulihkan Trauma Anak
11 Februari 2026 23:22
Rombongan Seruni, terdiri dari para istri menteri kabinet Indonesia, mengunjungi wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (11/2/2026). Kunjungan difokuskan ke dua sekolah yang sempat terdampak banjir, yakni SD Negeri 1 Sungailiput di Kecamatan Kejuruanmuda dan SD Ade Irma di Kota Kualasimpang.
Di lokasi tersebut, rombongan melihat langsung kondisi sekolah pascabanjir serta menyapa siswa dan warga. Selama kegiatan, para istri menteri berinteraksi dengan anak-anak melalui sesi trauma healing. Mereka mengajak siswa bermain, berdialog, dan memberikan motivasi guna membantu memulihkan kondisi psikologis setelah bencana.
Kunjungan Istri Menteri
- Rombongan Seruni mengunjungi dua sekolah terdampak banjir di Aceh Tamiang.
- Para istri menteri berinteraksi dengan anak-anak melalui sesi trauma healing.
- Kegiatan difokuskan pada memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascabanjir.
- Kunjungan ini menunjukkan kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Tamiang dalam masa pemulihan pascabanjir.
Salah satu perwakilan rombongan Seruni mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk memastikan anak-anak korban bencana tetap mendapatkan perhatian.
“Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana. Kami ingin mereka kembali merasa aman, berani, dan semangat untuk belajar,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga menegaskan kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang masih dalam masa pemulihan pascabanjir.
Rombongan di antaranya dihadiri Febriyanti, istri Menteri Sekretaris Negara; Fatma Saifullah Yusuf, istri Menteri Sosial; Shinta Triastuti, istri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman; Laura Efrina, istri Menteri Koordinator Bidang Pangan; Katharine Grace, istri Menteri Kebudayaan; serta sejumlah pengurus Persit Kartika Chandra Kirana.
Usai rangkaian kegiatan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Langsa. Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberi semangat baru bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit dan mempercepat proses pemulihan pascabanjir.
