News
RS Baru Sabang Mangkrak, TTI Desak APH Turun Tangan: Dana Otsus Rp 50 Miliar Terhambat
16 Februari 2026 15:49
Pembangunan rumah sakit baru di kawasan Lhok Igeuh, Kota Sabang, terhenti. Proyek yang menelan anggaran hampir Rp 50 miliar dari dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh tampak terbengkalai. Struktur utama bangunan telah berdiri hingga beberapa lantai, tetapi sebagian besar ruangan belum rampung secara fungsional. Di sekitar lokasi, hamparan lahan kosong dan minim aktivitas pembangunan memperkuat kesan proyek tersebut terhenti.
Fasilitas yang sebelumnya digadang-gadang menjadi penguat layanan kesehatan masyarakat kepulauan itu kini justru berubah menjadi “monumen mangkrak” bernilai fantastis. Pembangunan rumah sakit tersebut dimulai pada masa kepemimpinan Wali Kota Sabang, Nazaruddin yang akrab disapa Tgk Agam. Namun hingga akhir masa jabatannya, proyek itu tak kunjung rampung dan belum dapat difungsikan untuk pelayanan kesehatan.
Dampak Sosial dan Ekonomi
- Proyek bernilai puluhan miliar rupiah menjadi beban dan menyisakan tanda tanya besar terkait perencanaan maupun pengelolaannya.
- Dana Otsus Aceh seharusnya menjadi instrumen percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
- Jika proyek strategis seperti rumah sakit saja berakhir mangkrak, maka yang dirugikan bukan hanya keuangan daerah, tetapi juga hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang layak.
Desakan Koordinator TTI
- Koordinator Transparansi Tender Indonesia (TTI), Nasruddin Bahar, mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan.
- Ia meminta Kejaksaan Tinggi Aceh melakukan audit investigatif secara menyeluruh terhadap proyek tersebut.
- Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik.
