News
Syamsiah Bertahan di Tenda Usai Banjir Hancurkan Rumah dan Warung Kopi di Bireuen
26 Januari 2026 21:25
Banjir bandang melanda Desa Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, menghancurkan 310 unit rumah dan memaksa warga mengungsi. Salah satu korban, Syamsiah (47), kehilangan rumah dan warung kopi yang menjadi sumber penghasilan keluarganya. Ia dan keluarga kini bertahan di tenda bantuan BNPB, mengharapkan bantuan menjelang Ramadhan.
Syamsiah dan suaminya, Syarifuddin (60), bersama dua anak mereka, Mareza (23) dan Muhajar (14), tinggal di tenda warna orange yang menjadi tempat tinggal sementara. Mereka memasak dengan kayu bakar dan mengandalkan bantuan dari posko untuk kebutuhan sehari-hari. Suami Syamsiah bekerja membersihkan rumah orang dari lumpur untuk mencari uang.
Dampak Banjir di Bireuen
- 310 unit rumah rusak berat dan hilang akibat banjir bandang.
- Warga mengungsi ke meunasah, rumah keluarga, atau tenda bantuan BNPB.
- Syamsiah kehilangan rumah dan warung kopi, sumber penghasilan keluarganya.
- Keluarga Syamsiah bertahan di tenda, mengharapkan bantuan menjelang Ramadhan.
Harapan dan Kebutuhan Korban
- Syamsiah berharap pemerintah membangun hunian tetap bagi korban banjir.
- Ia juga berharap ada bantuan modal usaha untuk memulai kembali usaha warung kopi.
- Bantuan beras dari posko membantu kebutuhan sehari-hari, tetapi masih diperlukan bantuan lainnya.
Kondisi Pengungsi
- Tenda bantuan BNPB menjadi tempat tinggal sementara bagi Syamsiah dan keluarga.
- Mereka memasak dengan kayu bakar dan mengandalkan bantuan dari posko.
- Saat cuaca buruk, mereka menginap di rumah tetangga dan kembali ke tenda keesokan harinya.
Syamsiah dan keluarga berharap bantuan dari pemerintah dan masyarakat untuk membangun kembali kehidupan mereka setelah musibah banjir bandang di Bireuen. Mereka berharap dapat memulai kembali usaha warung kopi dan memiliki hunian tetap menjelang Ramadhan.
Bantuan dan Harapan Menjelang Ramadhan
- Syamsiah berharap ada bantuan dan pemerintah dapat membangun hunian tetap bagi mereka.
- Bantuan beras dari posko membantu kebutuhan sehari-hari, tetapi masih diperlukan bantuan lainnya.
- Ia berharap ada bantuan modal usaha untuk memulai kembali usaha warung kopi.
Keluarga Syamsiah terus bertahan di tenda, mengharapkan bantuan dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk membangun kembali kehidupan mereka setelah musibah banjir bandang di Bireuen.
