News
Rumah Sakit Iskandar Muda: Warisan Medis Belanda yang Lestari di Banda Aceh
3 jam yang lalu
Rumah Sakit Iskandar Muda di Banda Aceh, awalnya dibangun oleh Pemerintah Hindia-Belanda pada tahun 1880, kini menjadi salah satu pusat layanan kesehatan modern di Aceh. RS ini tidak hanya menyimpan sejarah medis kolonial, tetapi juga menjadi saksi bisu perjuangan kesehatan masyarakat Aceh dari masa ke masa.
Dengan fasilitas yang terus berkembang, RS Iskandar Muda kini memiliki 37 poliklinik spesialis dan berbagai unit perawatan khusus seperti ICU, NICU, dan PICU. RS ini juga telah terakreditasi paripurna oleh Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) pada tahun 2022.
Sejarah dan Perkembangan
- Pembangunan Awal: Dibangun oleh Belanda pada tahun 1880 sebagai rumah sakit militer dengan arsitektur khas Belanda.
- Fasilitas Modern: Pada tahun 1898, RS ini menjadi salah satu rumah sakit pertama di Hindia Belanda yang dilengkapi dengan perangkat Rontgen (sinar-X).
- Epidemi Beri-Beri: RS ini menyediakan bangsal khusus untuk pasien beri-beri, yang kemudian membantu Christiaan Eijkman dalam penemuannya yang memenangkan Nobel.
- Peran dalam Tsunami: RS Iskandar Muda menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan medis darurat bagi korban tsunami 2004.
Fasilitas dan Layanan
- Poliklinik Spesialis: Tersedia 37 poliklinik spesialis dan sub spesialis.
- Unit Perawatan Khusus: ICU, ICCU, NICU, PICU, MCU, HCU, OK, dan VK.
- Kapasitas Tempat Tidur: 276 tempat tidur untuk layanan rawat inap dengan berbagai kelas.
- Teknologi Mutakhir: Gedung PDN dilengkapi dengan fasilitas teknologi mutakhir untuk pelayanan yang komprehensif.
Warisan dan Komitmen
- Arsitektur Lestari: Gedung lama peninggalan Belanda tetap lestari di tengah perkembangan teknologi medis.
- Akreditasi Paripurna: RS ini telah terakreditasi paripurna (lima bintang) dari LAFKI.
- Predikat Bebas Korupsi: Pada Februari 2026, RS Iskandar Muda meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi.
- Komitmen Pelayanan: RS ini terus berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme dengan semboyan "Hesti Wira Sakti".
