News
Rumput di Atap SDN 5 Peusangan Siblah Krueng: Banjir Bireuen Masih Menunggu Pemulihan
24 Januari 2026 13:09
Dua bulan setelah banjir bandang meluluhlantakkan Bireuen, SDN 5 Peusangan Siblah Krueng masih menunggu pemulihan. Atap sekolah yang ditumbuhi rumput menjadi simbol luka yang belum sembuh. Banjir tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga kehidupan guru dan murid yang kehilangan rumah dan fasilitas sekolah.
Kepala sekolah, Mustaqimah, mengungkapkan bahwa seluruh data siswa dan guru hilang, membuat pengisian data secara online menjadi pekerjaan besar. Guru dan murid harus menyeberang dengan rakit kecil untuk mencapai sekolah, sementara harapan pemulihan masih menunggu bantuan dari berbagai pihak.
Dampak Banjir di SDN 5 Peusangan Siblah Krueng
- Atap sekolah ditumbuhi rumput, simbol pemulihan yang tertunda.
- Enam ruang belajar, ruang pustaka, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan MCK tertutup lumpur setinggi atap.
- Data siswa dan guru hilang, membuat pengisian data secara online menjadi pekerjaan besar.
- Guru dan murid kehilangan rumah, sebagian rusak parah, bahkan ada yang hilang.
- Guru harus menyeberang dengan rakit kecil untuk mencapai sekolah.
Harapan Pemulihan
Di balik kehancuran, tersimpan harapan bahwa SDN 5 Peusangan Siblah Krueng akan kembali berdiri. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat anak-anak menimba ilmu kini berubah menjadi monumen lumpur dan kesedihan. Pemulihan yang cepat dan efektif diperlukan untuk mengembalikan suara tawa anak-anak yang belajar tanpa takut banjir merenggut masa depan mereka.
Kedekatan dengan Sungai Krueng Peusangan
Sebelum 2009, ruang belajar berada di dekat jalan antar kabupaten. Setelah bantuan UNICEF, bangunan baru didirikan di lokasi yang lebih jauh dari jalan, namun dekat dengan aliran sungai Krueng Peusangan. Ironisnya, kedekatan dengan sungai itulah yang kini membawa bencana.
Dampak Jangka Panjang
Banjir bandang tidak hanya merusak fisik sekolah, tetapi juga kehidupan guru dan murid. Pemulihan yang tertunda dapat berdampak pada pendidikan anak-anak di Bireuen. Bantuan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk memulihkan sekolah dan kehidupan warga yang terdampak.
