News
Mendikdasmen Janji Segera Perbaiki Sekolah Rusak Banjir di Aceh Utara
28 Januari 2026 21:45
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung kondisi sejumlah gedung sekolah yang rusak akibat bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara, Rabu (28/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen menegaskan komitmen pemerintah untuk segera melakukan perbaikan dan rehabilitasi gedung sekolah agar proses pembelajaran tidak terganggu.
Peninjauan dilakukan di beberapa satuan pendidikan terdampak banjir, di antaranya SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa, SMK Negeri 1 Baktiya Barat, SMP Muhammadiyah 7 Panton Labu, serta SD Negeri 9 Tanah Jambo Aye.
Komitmen Pemerintah
- Mendikdasmen berkomitmen penuh untuk memastikan tidak ada ketertinggalan pembelajaran meskipun sekolah terdampak bencana.
- Perbaikan gedung sekolah, baik yang mengalami kerusakan ringan maupun berat, akan segera ditindaklanjuti.
- Untuk gedung sekolah yang rusak berat, pemerintah akan menyiapkan kelas darurat agar proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung.
- Sekolah yang kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk direhabilitasi akan dibangun unit sekolah baru di lokasi yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah dengan dukungan anggaran tahun 2026.
Revitalisasi Satuan Pendidikan
- Mendikdasmen meresmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Aceh Utara yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Baktiya, dengan total 23 sekolah yang diresmikan pada tahap ini sebagai bagian dari program peningkatan mutu pendidikan.
- Dana bantuan operasional pendidikan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran darurat, seperti pengadaan buku, laptop, dan sarana pendukung lainnya.
Apresiasi Pemerintah Daerah
- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengapresiasi langkah cepat Kemendikdasmen dalam menangani dampak bencana terhadap sektor pendidikan di Aceh.
- Ia menilai, sejak masa tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi salah satu kementerian yang paling responsif.
- Seluruh proses pemulihan pendidikan, termasuk pengurusan dokumen sekolah yang hilang akibat bencana, akan difasilitasi secara gratis oleh pemerintah.
