Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Safrizal ZA Ingatkan Sopir Truk Patuhi Batas 30 Ton di Jembatan Kuta Blang

20 Januari 2026 13:21

Safrizal ZA, Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, mengingatkan seluruh pemilik truk tronton dan pelaku usaha transportasi di Aceh untuk tidak melanggar batas tonase maksimal 30 ton saat melintasi jembatan darurat di kawasan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Pembatasan tonase ini diberlakukan karena jembatan bailey atau sementara tersebut hanya dirancang dengan kapasitas maksimum 30 ton sesuai standar teknis keselamatan.

Menurut Safrizal, pembatasan tonase ini bersifat sementara hingga jembatan permanen selesai dibangun. Ia menegaskan bahwa pemancangan tiang jembatan permanen akan dimulai hari ini, sebagai bagian dari rangkaian percepatan rehabilitasi infrastruktur pascabencana.

Dampak dan Risiko

  • Pelanggaran tonase berulang kali dapat mengancam stabilitas konstruksi jembatan darurat yang saat ini menjadi satu-satunya akses utama di wilayah tersebut.
  • Risiko kerusakan struktur bisa memicu kecelakaan yang jauh lebih fatal jika truk melebihi 30 ton lewat terus-menerus.

Kebijakan dan Sosialisasi

  • Safrizal meminta seluruh pemilik truk, sopir, dan perusahaan angkutan untuk turut menyosialisasikan penggunaan armada di bawah 30 ton.
  • Kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk membatasi aktivitas ekonomi masyarakat, melainkan murni demi keselamatan bersama.

Tujuan dan Harapan

  • Kebijakan ini bertujuan untuk memulihkan aktivitas ekonomi dan akses masyarakat di wilayah Kuta Blang.
  • Safrizal mengajak semua pihak patuh demi keamanan dan kenyamanan masyarakat Aceh yang melintasi Jembatan Kutablang.

Dengan mematuhi batas tonase, diharapkan jembatan darurat dapat tetap berfungsi dengan baik hingga jembatan permanen selesai dibangun, sehingga aktivitas masyarakat dan ekonomi dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Konteks Lokal

  • Jembatan Kuta Blang merupakan infrastruktur vital bagi masyarakat Bireuen, terutama untuk akses transportasi dan distribusi barang.
  • Pascabencana, pemulihan infrastruktur menjadi prioritas untuk mendukung pemulihan ekonomi dan sosial di Aceh.
Safrizal ZA Ingatkan Sopir Truk Patuhi Batas 30 Ton di Jembatan Kuta Blang
0123456789