Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

UMKM Saree Terancam Tergilas Jalan Tol Sibanceh, Warga Aceh Khawatir

8 jam yang lalu

Kehadiran Jalan Tol Banda Aceh-Sigli (Sibanceh) membawa dampak signifikan bagi para pedagang UMKM di Saree. Suasana yang biasanya ramai kini berubah menjadi sepi, mengancam penghidupan warga lokal yang bergantung pada penjualan produk kuliner khas Aceh.

Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran akan matinya ekonomi rakyat kecil di sepanjang jalur lama. Para pedagang keripik dan jagung rebus yang dulu disambangi ribuan pelanggan setiap hari, kini harus berjuang untuk mendapatkan segelintir pembeli.

Dampak Jalan Tol terhadap UMKM Saree

  • Penurunan drastis pengunjung: Arus kendaraan yang berpindah ke tol menyebabkan penurunan signifikan dalam jumlah pelanggan harian.
  • Ancaman penghidupan: Para pedagang lokal khawatir kehilangan sumber penghasilan utama mereka.
  • Kehilangan identitas kuliner: Produk lokal Saree berisiko tergantikan oleh merek-merek besar di rest area tol.

Solusi yang Diusulkan

  • Ruang usaha di rest area tol: Pemerintah diminta menyediakan ruang khusus bagi UMKM lokal di rest area tol agar produk mereka tetap dapat dijangkau oleh konsumen.
  • Promosi wisata kuliner: Saree perlu dipromosikan sebagai destinasi wisata kuliner yang unik, dengan kampanye digital dan papan informasi menarik di pintu keluar tol.
  • Pelatihan inovasi produk: Para pedagang membutuhkan pelatihan untuk diversifikasi kemasan dan pemanfaatan teknologi pemasaran digital.

Kerja Sama untuk Keberlanjutan

Kerja sama antara pengelola jalan tol, pemerintah daerah, dan komunitas pedagang lokal sangat penting. Komunikasi yang intensif diperlukan agar solusi yang ditawarkan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kemajuan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan ekonomi rakyat. Tanpa intervensi yang tepat, UMKM lokal di Saree berisiko tergilas oleh modernisasi.

UMKM Saree Terancam Tergilas Jalan Tol Sibanceh, Warga Aceh Khawatir