News
Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan 11 Pengemis, Imbau Salurkan Sedekah via Baitul Mal
25 Januari 2026 22:24
Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kota Banda Aceh menertibkan 11 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Penertiban dilakukan di beberapa lokasi yang kerap dijadikan tempat mangkal PMKS, seperti Simpang Surabaya, Simpang Jambo Tape, Simpang Empat Stadion H Dimurthala, dan Simpang Lima.
Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, menyatakan bahwa seluruh PMKS yang berhasil diamankan diserahkan ke rumah singgah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang maupun makanan kepada PMKS, melainkan menyalurkan infaq, shadaqah, dan zakat melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh.
Penertiban dan Penanganan PMKS
- 11 PMKS ditertibkan di beberapa titik kota dalam waktu kurang dari 24 jam.
- Penertiban dilakukan di lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat mangkal PMKS.
- PMKS yang berhasil diamankan diserahkan ke rumah singgah untuk penanganan lebih lanjut.
Imbauan kepada Masyarakat
- Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan uang maupun makanan kepada PMKS.
- Salurkan sedekah melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh untuk bantuan yang lebih tepat sasaran.
- Dukungan masyarakat diperlukan untuk penanganan PMKS yang lebih efektif.
Tantangan dan Solusi
- Tantangan penanganan PMKS semakin kompleks, meliputi pengemis, gelandangan, manusia silver, hingga individu yang mengenakan kostum superhero.
- Optimisme dengan dukungan masyarakat, permasalahan ini dapat ditangani secara lebih efektif.
- Pengawasan dan patroli akan terus ditingkatkan di titik-titik rawan PMKS.
Satpol PP-WH Banda Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan patroli di titik-titik rawan PMKS, baik melalui kegiatan mandiri maupun berdasarkan laporan masyarakat. Masyarakat diharapkan mendukung upaya ini untuk penanganan yang lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan penanganan yang tepat, diharapkan jumlah pengemis dan gelandangan di Kota Banda Aceh dapat berkurang, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan aman bagi seluruh warga.
