Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Petani Aceh Terjerat Cicilan Usai Banjir Hanyutkan Sawah dan Kebun

6 hari yang lalu

Banjir bandang dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Aceh tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga menghancurkan mata pencaharian warga. Petani seperti Sabtuddin di Kabupaten Gayo Lues kehilangan sawah dan kebun yang menjadi tumpuan hidup, sementara cicilan kredit tetap harus dibayar setiap bulan. Kondisi serupa dialami Rukaiyah di Aceh Tengah, yang terpaksa tinggal di pengungsian sementara kebun kopinya rusak parah.

Di tengah kesulitan ekonomi, warga berjuang untuk memenuhi kewajiban finansial mereka. Muhammad, seorang buruh angkut di Aceh Timur, kini bekerja serabutan untuk menyambung hidup, sementara harapan akan keringanan kredit pascabencana belum juga terwujud.

Dampak Ekonomi Pascabencana

  • Sawah dan kebun hancur, meninggalkan petani tanpa sumber penghasilan.
  • Cicilan kredit tetap berjalan, meskipun warga kehilangan mata pencaharian.
  • Tekanan ekonomi semakin berat, terutama bagi mereka yang sudah memiliki utang sebelum bencana.
  • Harapan akan keringanan kredit belum terpenuhi, menambah beban psikologis korban.

Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian lebih dari pemerintah dan lembaga keuangan untuk memberikan solusi konkret bagi warga yang terdampak bencana. Tanpa bantuan yang memadai, pemulihan ekonomi dan sosial di Aceh akan semakin lambat.

Petani Aceh Terjerat Cicilan Usai Banjir Hanyutkan Sawah dan Kebun
0123456789