Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Bantuan Udara Masih Jadi Andalan untuk 6.562 Warga Terisolir di Aceh Tengah

4 jam yang lalu

Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tengah pada akhir November 2025 masih berdampak hingga kini. Sebanyak 6.562 jiwa di 15 kampung masih terisolir akibat rusaknya akses transportasi darat, termasuk longsor dan ambruknya jembatan. Kondisi ini menghambat distribusi bantuan melalui jalur darat, sehingga pemerintah harus mengandalkan penyaluran bantuan melalui jalur udara.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, menyatakan bahwa distribusi bantuan melalui udara terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. "Hari ini kami fokuskan distribusi bantuan melalui jalur udara agar bantuan bisa segera sampai ke kampung-kampung yang masih sulit diakses kendaraan darat," ujarnya.

Distribusi Bantuan Melalui Udara

  • Delapan sorti penerbangan direncanakan menggunakan tiga unit helikopter.
  • Helikopter BNPB jenis EC155-B1 dengan nomor registrasi PK-VPD melaksanakan tiga sorti penerbangan menuju Kampung Penarun dan Kampung Jamat di Kecamatan Linge, serta Kampung Bintang Pepara di Kecamatan Ketol. Setiap sorti membawa muatan logistik seberat 500 kilogram.
  • Helikopter BNPB Bell 407 dengan nomor registrasi PK-ZGL melaksanakan dua sorti penerbangan ke Kampung Bergang dan Kampung Serempah di Kecamatan Ketol, masing-masing dengan muatan 300 kilogram.
  • Helikopter BNPB Bell 505 dengan registrasi PK-ELS melaksanakan tiga sorti penerbangan menuju Kampung Burlah di Kecamatan Ketol, Kampung Bius Utama atau Dusun Gantung Langit di Kecamatan Silih Nara, serta Kampung Umang di Kecamatan Linge, dengan muatan masing-masing 300 kilogram.

Dampak Bencana

  • 4.221 unit rumah mengalami kerusakan.
  • Sektor pertanian terdampak, meliputi lahan kopi seluas 12.638 hektare, lahan cabai 4.099 hektare, serta sawah seluas 2.765,22 hektare. Pada sektor perikanan, luas kerusakan mencapai 55,53 hektare.
  • 306 ruas jalan mengalami kerusakan, 179 titik jembatan rusak, serta 130 jaringan irigasi terdampak.
  • 235 tiang listrik mengalami kerusakan, dengan gangguan jaringan listrik di 38 desa dan gangguan telekomunikasi di 40 desa. Kerusakan fasilitas umum meliputi empat kantor pemerintahan, 150 rumah ibadah, 72 sekolah, 12 dayah atau pondok pesantren, tiga puskesmas, empat puskesmas pembantu, serta 33 polindes. Dari sisi korban, tercatat sebanyak 234.710 warga terdampak, dengan 25 orang meninggal dunia dan tiga orang masih dinyatakan hilang.

Upaya Pemulihan

Pemerintah daerah bersama BNPB, TNI, dan Polri akan terus melanjutkan distribusi bantuan melalui jalur udara selama akses darat belum pulih sepenuhnya. "Prioritas kami saat ini memastikan seluruh warga terdampak menerima bantuan dan kebutuhan dasar terpenuhi. Sambil berjalan, pembukaan akses jalan terus diupayakan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal," ujar Murthalamuddin.

Bantuan Udara Masih Jadi Andalan untuk 6.562 Warga Terisolir di Aceh Tengah