News
SMK dan SLB Rusak di Aceh Direvitalisasi, Harapkan Kualitas Pendidikan Naik
30 Januari 2026 21:25
Sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sekolah luar biasa (SLB) di Aceh yang terdampak bencana mulai direvitalisasi melalui program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Program ini difokuskan pada pemulihan sarana belajar yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi sekolah di Banda Aceh pada 28–31 Januari 2026.
Program revitalisasi ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan sarana pendidikan dan memperbaiki ruang belajar serta fasilitas sekolah yang rusak akibat bencana. Ini juga berpotensi memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan.
Dampak Bencana
- Banyak SMK dan SLB di Aceh mengalami kerusakan akibat bencana, mulai dari kategori ringan hingga berat.
- Kerusakan tersebut berdampak langsung pada proses belajar mengajar, terutama bagi siswa kejuruan dan peserta didik berkebutuhan khusus.
Program Revitalisasi
- Program revitalisasi difokuskan pada pemulihan sarana belajar dan fasilitas sekolah.
- Kegiatan revitalisasi juga berpotensi memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.
Harapan dan Manfaat
- Pemulihan sarana pendidikan dinilai penting agar kualitas layanan pendidikan di Aceh tidak semakin tertinggal akibat dampak bencana.
- Harapannya, sekolah bisa kembali berfungsi optimal sehingga proses belajar berjalan normal dan mutu pendidikan bisa meningkat.
