News
100 Beasiswa STIH Al-Banna untuk Korban Banjir Aceh di Lhokseumawe
21 Januari 2026 16:18
Banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh telah meninggalkan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Banyak keluarga mengalami kesulitan finansial, sehingga rencana anak-anak untuk melanjutkan pendidikan tinggi terancam tertunda. Dalam situasi ini, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Al-Banna Lhokseumawe meluncurkan program 100 beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban banjir di Aceh yang baru lulus SMA/sederajat.
Program ini ditujukan untuk membantu meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memastikan para lulusan tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ketua STIH Al-Banna, Muksalmina, SHI MH, menyebutkan bahwa banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh berdampak besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Detail Program Beasiswa
- Target Penerima: 100 lulusan SMA/sederajat tahun berjalan yang berasal dari keluarga korban banjir.
- Persyaratan: Melampirkan surat keterangan dari aparatur gampong atau instansi berwenang.
- Bantuan: Pembebasan atau keringanan biaya pendidikan, serta pendampingan akademik dan pembinaan karakter selama masa studi.
Tujuan dan Manfaat
- Meringankan Beban Ekonomi: Program ini bertujuan untuk membantu keluarga korban banjir yang mengalami kesulitan finansial.
- Akses Pendidikan: Memastikan anak-anak korban banjir tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
- Pemulihan Pascabencana: Berkontribusi nyata dalam pemulihan pascabanjir di Aceh, khususnya di sektor pendidikan.
Semangat Keagamaan dan Kebijakan
Program beasiswa ini juga membawa pesan keagamaan tentang kepedulian pada ilmu. Menurut ajaran Islam, menuntut ilmu merupakan kewajiban dan bagian dari ikhtiar memperbaiki kehidupan. Kepedulian terhadap pendidikan korban bencana dipandang sebagai wujud nyata semangat ta’awun (saling menolong) dan rahmah (kasih sayang).
Program ini selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam memperluas akses dan pemerataan pendidikan tinggi, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat terdampak bencana. Pelaksanaannya juga mendapat dukungan dari LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, sebagai lembaga yang membina perguruan tinggi Swasta di Aceh.
