News
Bulog Aceh Serap 6.547 Ton Gabah, Stabilkan Harga Beras Pasca Bencana
11 Februari 2026 16:48
Bulog Aceh telah mengamankan sekitar 6.547 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan 3.326 ton beras. Penyerapan ini dilakukan secara intensif di sejumlah kabupaten lumbung pangan selama musim panen berlangsung.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, Ihsan, mengatakan bahwa penyerapan gabah ini dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Ini memberikan kepastian harga bagi petani agar mereka terlindungi dari fluktuasi harga yang kerap anjlok saat panen raya.
Stabilitas Pasokan Pangan
Meski beberapa wilayah produksi sempat diterjang bencana alam, Ihsan memastikan pasokan pangan untuk wilayah Aceh tetap berada dalam kondisi aman. Ia mengklaim ketersediaan stok beras saat ini cukup untuk mengantisipasi kebutuhan darurat dan stabilisasi pasar.
Sinergi dengan Pemilik Pabrik Padi
Ihsan juga mengajak para pemilik penggilingan padi di Aceh untuk bersinergi dalam mewujudkan swasembada pangan daerah. "Kami mengimbau seluruh penggilingan padi untuk bekerja sama. Tujuannya agar stok lokal kita kuat," tambahnya.
Cadangan Beras Pemerintah
Selain urusan stabilitas harga, gabah yang diserap ini diproyeksikan untuk mempertebal Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Cadangan ini menjadi instrumen vital bagi pemerintah untuk intervensi pasar melalui operasi pasar (SPHP), penyaluran bantuan sosial, hingga penanggulangan darurat bencana.
Penyerapan Gabah Berlanjut
Bulog Aceh menegaskan akan terus membuka pintu gudang bagi petani maupun kelompok tani selama masa panen masih berlangsung. Penyerapan dilakukan baik melalui skema kemitraan maupun pembelian langsung di gudang-gudang resmi Bulog yang tersebar di seluruh Aceh.
