Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Solidaritas Aceh Bangkit: Strategi Pemulihan Pasca Banjir Bandang

05 Februari 2026 15:25

Pertemuan lintas komunitas di kedai Aceh Lampoh Kemang, kawasan kemang Jakarta Selatan pada awal Januari 2026 membuka ruang dialog terbatas dalam membangun kebersamaan rasa empati. Solidaritas pasca bencana alam banjir bandang yang telah meluluh lantakkan kehidupan masyarakat di Pulau Sumatera khususnya di Aceh yang terkena bencana alam banjir bandang, bagaimana tidak?

Kerusakan yang sangat parah tersebut, bahkan yang sangat tragis bangunan penghubung jembatan yang baru dibangun pun diterjang banjir kembali. Membangun kembali wilayah terdampak bencana seyogyanya memikirkan tata ruang dan program perencanaan dari para ahli.

Dampak Banjir Bandang

Banjir bandang dan longsor selalu datang membawa dua kehilangan sekaligus: kehilangan yang tampak, rumah, kantor, sekolah, sawah, kebun, jembatan, dan akses jalan serta kehilangan yang tak selalu terbaca angka yaitu rasa aman, kepastian kerja, dan ketenangan sosial.

Strategi Pemulihan

Alam Aceh, yang berulang kali diuji oleh bencana, kembali memberi pelajaran penting bahwa pemulihan tidak bisa dikerjakan hanya dengan logistik. Ia menuntut solidaritas yang bekerja lintas keilmuan dan secara komprehensif.

Peran Solidaritas

Dalam Buletin Info Bencana BNPB edisi Desember 2025, bencana banjir dan longsor di Aceh digambarkan meluas sejak akhir November hingga awal Desember 2025. Hujan deras menjadi pemicu langsung.

Kebutuhan Data dan Koordinasi

Tapi, kerusakan hutan di kawasan hulu disebut disinyalir turut memperparah dampak banjir dan tanah longsor. Wilayah seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Bireuen tercatat sebagai yang paling terdampak, banyak desa terisolasi akibat jembatan putus dan badan jalan amblas.

Pemulihan Penghidupan

Skala dukka, dampak juga tidak kecil. BNPB dalam buletin yang sama mencatat hingga Rabu, 31 Desember 2025, korban meninggal mencapai 527 orang, 31 orang hilang, dan lebih dari 356.655 jiwa terpaksa mengungsi.

Transparansi dan Akuntabilitas

Pada saat bersamaan, lebih dari 477 titik kerusakan infrastruktur di Aceh dilaporkan, mencakup jalan dan jembatan yang putus serta gangguan layanan dasar. Data ini bukan sekadar statistik, ini menegaskan bahwa pemulihan Aceh memerlukan kerja kolektif kemanusiaan, lintas warga, masyarakat dunia, diaspora Aceh dunia, dunia usaha, dan berbagai komunitas.

Solidaritas Aceh Bangkit: Strategi Pemulihan Pasca Banjir Bandang
0123456789