News
Sopir Barsela Aceh Ancam Boikot Caleg Petahana DPR RI pada Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Para sopir angkutan barang di lintasan Barat Selatan (Barsela) Aceh mulai menyuarakan kegelisahan mereka terhadap buruknya kondisi infrastruktur jalan nasional yang menghubungkan Aceh Selatan hingga perbatasan Sumatera Utara. Mereka mengancam tidak akan memilih kembali (boikot) anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) I petahana pada Pemilu 2029, jika tidak ada perbaikan nyata hingga tahun 2027.
Keluhan ini mencuat menyusul tingginya frekuensi kecelakaan di titik-titik rawan sepanjang Bakongan Timur, Aceh Selatan, hingga wilayah Lae Ikan dan Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Zulkarnain (Zol), salah satu sopir yang rutin melintasi jalur tersebut mengatakan kondisi jalan nasional saat ini sangat membahayakan nyawa pengemudi.
Kondisi Jalan yang Membahayakan
- Banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan parah, mulai dari gundukan di tanjakan hingga lubang yang dalam.
- Di tanjakan Kedabuhan dan Singgersing, sering ada tumpahan CPO dan minyak goreng curah yang membuat jalan licin.
- Dalam satu pekan terakhir, terjadi tiga kecelakaan besar di wilayah tersebut, termasuk mobil pribadi terperosok ke jurang di Gunung Kapo (Gunung Kapur), Bakongan Timur.
Protes Sopir dan Ancaman Boikot
- Para sopir merasa aspirasi mereka terkait perluasan dan perbaikan jalan nasional ini diabaikan oleh para wakil rakyat di Senayan.
- Mereka menilai para anggota DPR RI asal Dapil I Aceh seolah "bobok" (tidur) dan tidak memperjuangkan keselamatan konstituennya di jalan raya.
- Sebagai bentuk protes, komunitas sopir truk Barsela berencana melakukan kampanye negatif terhadap anggota DPR RI petahana jika penanganan jalan tidak segera dilakukan pada tahun 2026 atau 2027.
Dampak dan Harapan
- Kondisi jalan yang buruk tidak hanya membahayakan nyawa pengemudi, tetapi juga mengganggu kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
- Sopir berharap bahwa dengan ancaman boikot ini, para caleg petahana akan lebih memperhatikan aspirasi dan keselamatan konstituen mereka.
